Maulid Nabi di Madura berlangsung sebulan
Minggu, 27 Januari 2013 14:54 WIB
Maulid Nabi (FOTO ANTARA)
Pamekasan (ANTARA Sumsel) - Peringatan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW di Madura, Jawa Timur, berlangsung selama sebulan, yakni selama bulan Rabiul Awal tahun Hijriah.
"Bagi umat Islam di Madura, Peringatan Hari Kelahiran Nabi Muhammad atau yang kita sebut dengan 'Maulid Nabi' ini merupakan tradisi umat Islam di Madura," kata tokoh ulama Madura, KH RP Darus Salam di Pamekasan, Minggu.
Sehingga, perayaan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak hanya digelar pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Hijriah, akan tetapi selama satu bulan penuh di bulan itu.
Disamping itu, kata dia, perayaan Maulid Nabi tidak hanya digelar di tempat-tempat ibadah umat Islam, seperti masjid dan musallah, akan tetapi di rumah-rumah warga dengan cara mengundang para tetangga dan sanak famili.
"Makanya, selama bulan Rabiul Awal ini, hampir setiap hari umat Islam merayakan 'Maulid Nabi' yang digelar di rumah-rumah warga," katanya menjelaskan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Madura, seperti di Pamekasan, Sampang dan Bangkalan umumnya dirayakan dengan membacakan puji-pujian kepada Nabi Muhammad atau pembacaan "Barzanji".
Namun ada juga sebagian warga memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad dengan "tembang macapat", yakni tembang berbahasa Jawa yang berisi tentang kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.
Perayaan Maulid Nabi dengan membacakan tembang macapat semalam suntuk ini, salah satunya seperti yang dilakukan sebagian warga di Desa Sokalelah, Kecamatan Kadur, Pamekasan.
"Dalam kisah tembang macapat ini kan juga menuturkan tentang kisah hidup perjalanan Nabi Muhammad, mulai sejak kecil hingga beliau menjadi Nabi dan menyebarkan syiar Islam," kata salah seorang pegiat kesenian tembang macapat, Marmuji.
Berbeda dengan peringatan Maulid Nabi yang dilakukan kebanyakan umat Islam pada umumnya, perayaan Maulid Nabi dengan membacakan tembang macapat ini, hanya pada kalangan kelompok tertentu, yakni kelompok orang tua dan pecinta seni tradisional.(ANT)
"Bagi umat Islam di Madura, Peringatan Hari Kelahiran Nabi Muhammad atau yang kita sebut dengan 'Maulid Nabi' ini merupakan tradisi umat Islam di Madura," kata tokoh ulama Madura, KH RP Darus Salam di Pamekasan, Minggu.
Sehingga, perayaan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak hanya digelar pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Hijriah, akan tetapi selama satu bulan penuh di bulan itu.
Disamping itu, kata dia, perayaan Maulid Nabi tidak hanya digelar di tempat-tempat ibadah umat Islam, seperti masjid dan musallah, akan tetapi di rumah-rumah warga dengan cara mengundang para tetangga dan sanak famili.
"Makanya, selama bulan Rabiul Awal ini, hampir setiap hari umat Islam merayakan 'Maulid Nabi' yang digelar di rumah-rumah warga," katanya menjelaskan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Madura, seperti di Pamekasan, Sampang dan Bangkalan umumnya dirayakan dengan membacakan puji-pujian kepada Nabi Muhammad atau pembacaan "Barzanji".
Namun ada juga sebagian warga memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad dengan "tembang macapat", yakni tembang berbahasa Jawa yang berisi tentang kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.
Perayaan Maulid Nabi dengan membacakan tembang macapat semalam suntuk ini, salah satunya seperti yang dilakukan sebagian warga di Desa Sokalelah, Kecamatan Kadur, Pamekasan.
"Dalam kisah tembang macapat ini kan juga menuturkan tentang kisah hidup perjalanan Nabi Muhammad, mulai sejak kecil hingga beliau menjadi Nabi dan menyebarkan syiar Islam," kata salah seorang pegiat kesenian tembang macapat, Marmuji.
Berbeda dengan peringatan Maulid Nabi yang dilakukan kebanyakan umat Islam pada umumnya, perayaan Maulid Nabi dengan membacakan tembang macapat ini, hanya pada kalangan kelompok tertentu, yakni kelompok orang tua dan pecinta seni tradisional.(ANT)
Pewarta :
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KAI Palembang angkut 9.103 orang selama masa libur Maulid Nabi Muhammad SAW
07 September 2025 19:16 WIB
Didukung digitalisasi, Kilang Pertamina Plaju pastikan beroperasi andal 24 Jam selama libur panjang Maulid Nabi
06 September 2025 20:06 WIB
Pj Bupati Banyuasin sebut Rosulullah inspirasi keberanian dan keadilan
21 September 2024 11:01 WIB, 2024
ASN Kemenkumham Sumsel jadikan Maulid Nabi momentum perkuat mengabdi
20 September 2024 6:52 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB
Prakirakan cuaca Kota Jakarta Rabu 29 April 2026: Potensi diguyur hujan ringan sore hari
29 April 2026 5:33 WIB
Cerita haru jamaah haji termuda asal Bali, baru tahu didaftarkan saat masih SD
26 April 2026 8:42 WIB
Prakiraan cuaca Sumatera Utara Jumat 24 April 2026: Didominasi berawan hingga hujan sedang
24 April 2026 10:45 WIB