38 Perusahaan batu bara stop operasi
Rabu, 16 Januari 2013 23:37 WIB
Batu bara (FOTO ANTARA)
Jambi (ANTARA Sumsel) - Total sebanyak 41 perusahaan batu bara di Kabupaten Batanghari, Jambi, yang beroperasi dan memiliki izin produksi, 38 perusahaan di antaranya telah menghentikan operasinya karena terimbas anjloknya harga pasaran dunia.
"Saat ini hanya tiga perusahaan yang sedang beroperasi, sisanya sudah stop operasi," kata Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Batanghari Pahmi di Muarabulian, ibukota Batanghari, Rabu.
Ia menjelaskan, perusahaan batu bara yang beroperasi di Batanghari, semuanya sudah memenuhi syarat, seperti izin operasi, membayar royalti dan pajak kepada Pemkab Batanghari.
"Tidak ada perusahaan tambang batu bara yang menunggak pajak," katanya.
Ia juga mengatakan, terkait dengan pembayaran royalti perusahaan batu bara tersebut, pihak ESDM sebelumnya sudah melakukan sosialisasi, sehingga mereka mempunyai kesadaran melaksanakan kewajibannya.
Tiga perusahan batu bara yang aktif beroperasi saat ini berlokasi di Kecamatan Pemayung, Kecamatan Batin XXIV dan Kecamatan Mersam.
Pahmi menjelaskan, 38 perusahaan yang tidak aktif lagi beroperasi itu dikarenakan terimbas anjloknya harga batu bara di pasaran dunia, sehingga melakukan pemberhentian untuk sementara waktu.
"Namun mereka tetap membayar pajak walaupun mereka tidak melakukan operasi," tambahnya.
Kabupaten Batanghari merupakan salah satu daerah penghasil batu bara di Provinsi Jambi, selain Kabupaten Bungo, Sarolangun, Muarojambi dan Merangin.(ANT)
"Saat ini hanya tiga perusahaan yang sedang beroperasi, sisanya sudah stop operasi," kata Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Batanghari Pahmi di Muarabulian, ibukota Batanghari, Rabu.
Ia menjelaskan, perusahaan batu bara yang beroperasi di Batanghari, semuanya sudah memenuhi syarat, seperti izin operasi, membayar royalti dan pajak kepada Pemkab Batanghari.
"Tidak ada perusahaan tambang batu bara yang menunggak pajak," katanya.
Ia juga mengatakan, terkait dengan pembayaran royalti perusahaan batu bara tersebut, pihak ESDM sebelumnya sudah melakukan sosialisasi, sehingga mereka mempunyai kesadaran melaksanakan kewajibannya.
Tiga perusahan batu bara yang aktif beroperasi saat ini berlokasi di Kecamatan Pemayung, Kecamatan Batin XXIV dan Kecamatan Mersam.
Pahmi menjelaskan, 38 perusahaan yang tidak aktif lagi beroperasi itu dikarenakan terimbas anjloknya harga batu bara di pasaran dunia, sehingga melakukan pemberhentian untuk sementara waktu.
"Namun mereka tetap membayar pajak walaupun mereka tidak melakukan operasi," tambahnya.
Kabupaten Batanghari merupakan salah satu daerah penghasil batu bara di Provinsi Jambi, selain Kabupaten Bungo, Sarolangun, Muarojambi dan Merangin.(ANT)
Pewarta :
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Sumsel amankan 80 ton Batubara ilegal di Jalintim OKU, dua Supir truk ditangkap
07 March 2026 16:16 WIB
Polda Sumsel gagalkan pengiriman 40 ton batu bara ilegal dari Muara Enim ke Jakarta
23 September 2025 19:11 WIB, 2025
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Peringatan Dini BMKG: Potensi gelombang tinggi 4 meter dan hujan lebat lokal
23 September 2026 10:37 WIB
Akses Jalan Solok - Padang lumpuh akibat banjir bandang, polisi imbau lewat Padang Panjang
22 September 2026 8:15 WIB
Prakiraan cuaca Jakarta Rabu, 16 September 2026: Cerah hingga cerah berawan
16 September 2026 9:18 WIB
Tim SAR evakuasi tujuh pendaki Gunung Nokilalaki Sigi yang kehabisan logistik
13 September 2026 16:44 WIB