Palembang alami inflasi 0,32 persen
Rabu, 2 Januari 2013 22:18 WIB
Seorang penjual ikan laut di antaranya jenis Tongkol mengemasi barang dagangannya di sebuah pasar tradisional (FOTO ANTARA)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengalami inflasi sebesar 0,32 persen pada Desember 2012, sedangkan inflasi secara nasional 0,54 persen, kata Kepala Badan Pusat Statistik Sumsel H Baehdi Ruswana.
Baehdi di Palembang, Rabu, mengatakan inflasi tersebut ditunjukkan oleh kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 133,01 persen pada November 2012 menjadi 133,44 persen di bulan Desember 2012.
Inflasi pada Desember di kota ini disebabkan oleh kenaikan IHK pada kelompok bahan makanan (0,98 persen), transportasi, komunikasi dan jasa keuangan (0,29 persen), sandang (0,17 persen), makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,01 persen), kesehatan dan kelompok pendidikan, rekreasi serta olahraga tidak mengalami perubahan IHK.
Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan IHK adalah perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (-0,03 persen), katanya.
Selanjutnya, inflasi tahun kalender 2012 di Kota Palembang Desember 2012 terhadap Desember 2011 sebesar 2,72 persen.
Berdasarkan pantauan harga pada 66 kota di Indonesia, menunjukkan bahwa semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di Kota Jayapura 2,57 persen dan terendah di Kota Kendari hanya 0,02 persen.
Pantauan harga 360 komoditas pada sejumlah pasar tradisional seperti Pasar 16 Ilir, Cinde, Lemabang dan Pasar KM-5 termasuk beberapa pasar modern di Kota Palembang, Desember 2012 terdapat 53 komoditas mengalami kenaikan harga dan 29 lagi terjadi penurunan harga, serta sisanya tidak ada perubahan.
Dijelaskannya, komoditas yang kenaikan harganya memberikan andil cukup berarti terhadap inflasi tersebut adalah daging ayam ras 7,24 persen dan bawang merah 15,05 persen, diikuti ikan patin, angkutan udara, bawang putih dan ikan gabus.
Kenaikan daging ayam ras 7,24 persen memberikan andil inflasi 0,09 persen, kenaikan harga bawang merah 15,05 persen menyumbang inflasi 0,06 persen, kenaikan harga ikan patin 3,14 persen ada kontribusi terhadap inflasi 0,02 persen.
Selanjutnya, kenaikan ongkos angkutan udara 8,53 persen menyumbang inflasi 0,02 persen, kenaikan harga bawang putih dan ikan gabus masing-masing 5,04 persen memberikan andil inflasi 0,01 persen. (ANT-M033)
Baehdi di Palembang, Rabu, mengatakan inflasi tersebut ditunjukkan oleh kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 133,01 persen pada November 2012 menjadi 133,44 persen di bulan Desember 2012.
Inflasi pada Desember di kota ini disebabkan oleh kenaikan IHK pada kelompok bahan makanan (0,98 persen), transportasi, komunikasi dan jasa keuangan (0,29 persen), sandang (0,17 persen), makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,01 persen), kesehatan dan kelompok pendidikan, rekreasi serta olahraga tidak mengalami perubahan IHK.
Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan IHK adalah perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (-0,03 persen), katanya.
Selanjutnya, inflasi tahun kalender 2012 di Kota Palembang Desember 2012 terhadap Desember 2011 sebesar 2,72 persen.
Berdasarkan pantauan harga pada 66 kota di Indonesia, menunjukkan bahwa semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di Kota Jayapura 2,57 persen dan terendah di Kota Kendari hanya 0,02 persen.
Pantauan harga 360 komoditas pada sejumlah pasar tradisional seperti Pasar 16 Ilir, Cinde, Lemabang dan Pasar KM-5 termasuk beberapa pasar modern di Kota Palembang, Desember 2012 terdapat 53 komoditas mengalami kenaikan harga dan 29 lagi terjadi penurunan harga, serta sisanya tidak ada perubahan.
Dijelaskannya, komoditas yang kenaikan harganya memberikan andil cukup berarti terhadap inflasi tersebut adalah daging ayam ras 7,24 persen dan bawang merah 15,05 persen, diikuti ikan patin, angkutan udara, bawang putih dan ikan gabus.
Kenaikan daging ayam ras 7,24 persen memberikan andil inflasi 0,09 persen, kenaikan harga bawang merah 15,05 persen menyumbang inflasi 0,06 persen, kenaikan harga ikan patin 3,14 persen ada kontribusi terhadap inflasi 0,02 persen.
Selanjutnya, kenaikan ongkos angkutan udara 8,53 persen menyumbang inflasi 0,02 persen, kenaikan harga bawang putih dan ikan gabus masing-masing 5,04 persen memberikan andil inflasi 0,01 persen. (ANT-M033)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PUSRI raih penghargaan distinction In Program Excellence pada SDG Innovation 2026
05 August 2026 20:39 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025