"Si leher beton" Mike Tyson tersandung visa
Jumat, 12 Oktober 2012 19:49 WIB
Mike Tyson (ist)
Wellington (ANTARA/Reuters) - Mantan juara tinju dunia kelas berat Mike Tyson yang dijuluki "si leher beton" untuk kedua kalinya permintaan visa kunjungan ke Selandia Baru sebagai bagian menjadi pembicara motivasi ditolak, demikian dikatakan pemerintah negara tersebut pada Jumat.
Dia sebetulnya telah mendapat jaminan visa dari Asosiasi menteri imigrasi Kate Wilkonson untuk berkunjung ke Selandia Baru, namun itu dicabut ketika sebuah yayasan amal pemuda yang sebelumnya mendukung kehadirannya di event Auckland itu, tidak melihat bahwa kedatangan petinju itu akan memberikan sesuatu.
Promotor telah melayangkan permintaan untuk sebuah visa baru setelah sebuah kelompok komunitas kedua mengatakan akan mendukung permintaan.
"Sebetulnya keputusan menerima Mr Tyson sudah cukup dengan surat atau dukungan dari sebuah anggota dewan 'Life Education Trust'," kata Wilkinson.
"Namun ketika Turst menarik diri dari dukungan mereka, saya menerima permintaan lainnya dari perwakilan Mr Tyson yang mengatakan ada dukungan dari Manukau Urban Maori Authority," katanya.
"Ini permintaan baru tidak cukup untuk mendapatkan izin, saya menolak untuk menjamin Mr Tyson mendapatkan sebuah visa baru dibawah Immigration Act 2009," tambahnya.
Tyson yang pernah menjadi juara dunia kelas berat sejati pada era 80an, sempat mendapatkan jaminan visa oleh pemerintah Australia awal pekan ini untuk ambil bagian dalam serangkaian diskusi pada Nopember mendatang.
Dia telah melakukan kejahatan penganiayaan pada 1992 dan mendapat hukuman penjara tiga tahun, Tyson mengumumkan bangkrut pada 2003 dan mundur dari tinju profesional tiga tahun kemudian.
Bulan lalu, Tyson berbicara untuk konferensi finansial di Hongkong yang membicarakan tentang kehidupan sebelum dan sedudah bertinju, keluarganya dan karir aktingnya, dan termasuk one-man show di Broadway. (ANT/A020)
Dia sebetulnya telah mendapat jaminan visa dari Asosiasi menteri imigrasi Kate Wilkonson untuk berkunjung ke Selandia Baru, namun itu dicabut ketika sebuah yayasan amal pemuda yang sebelumnya mendukung kehadirannya di event Auckland itu, tidak melihat bahwa kedatangan petinju itu akan memberikan sesuatu.
Promotor telah melayangkan permintaan untuk sebuah visa baru setelah sebuah kelompok komunitas kedua mengatakan akan mendukung permintaan.
"Sebetulnya keputusan menerima Mr Tyson sudah cukup dengan surat atau dukungan dari sebuah anggota dewan 'Life Education Trust'," kata Wilkinson.
"Namun ketika Turst menarik diri dari dukungan mereka, saya menerima permintaan lainnya dari perwakilan Mr Tyson yang mengatakan ada dukungan dari Manukau Urban Maori Authority," katanya.
"Ini permintaan baru tidak cukup untuk mendapatkan izin, saya menolak untuk menjamin Mr Tyson mendapatkan sebuah visa baru dibawah Immigration Act 2009," tambahnya.
Tyson yang pernah menjadi juara dunia kelas berat sejati pada era 80an, sempat mendapatkan jaminan visa oleh pemerintah Australia awal pekan ini untuk ambil bagian dalam serangkaian diskusi pada Nopember mendatang.
Dia telah melakukan kejahatan penganiayaan pada 1992 dan mendapat hukuman penjara tiga tahun, Tyson mengumumkan bangkrut pada 2003 dan mundur dari tinju profesional tiga tahun kemudian.
Bulan lalu, Tyson berbicara untuk konferensi finansial di Hongkong yang membicarakan tentang kehidupan sebelum dan sedudah bertinju, keluarganya dan karir aktingnya, dan termasuk one-man show di Broadway. (ANT/A020)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Juventus vs Pisa 4-0, Si Nyonya Tua mengamuk di babak kedua lewat aksi Cambiaso hingga Boga
08 March 2026 8:11 WIB
Performa Maarten Paes di Liga Belanda, lakukan penyelamatan krusial meski Ajax tumbang
08 March 2026 8:03 WIB
Malut United tahan imbang PSM Makassar 3-3, Ricardo Salampessy soroti lini pertahanan
08 March 2026 7:57 WIB
Manchester City melaju ke perempat final Piala FA 2025/2026 usai tumbangkan Newcastle United 3-1
08 March 2026 7:28 WIB
Russell raih pole position GP Australia, Verstappen tersingkir di kualifikasi Q1
07 March 2026 16:39 WIB