SRG berguna menggerakkan sektor riil
Rabu, 10 Oktober 2012 15:48 WIB
Bandarlampung (ANTARA Sumsel) - Sistem Resi Gudang (SRG) sangat berguna dan mampu untuk menggerakkan sektor riil serta menciptakan efek ganda bagi perekonomian daerah, kata Wakil Gubernur Lampung MS Joko Umar Said.
"Disisi lain, SRG juga menjadi solusi untuk membantu berbagai pihak baik masyarakat, petani, pelaku usaha, pemerintah, maupun lembaga keuangan untuk memperoleh manfaat," kata dia, pada workshop nasional Sistem Resi Gudang, di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan Sistem Resi Gudang yang tercantum dalam Undang-Undang No 9 tahun 2011 merupakan amanah Rakornas Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan wujud komitemen bersama pimpinan daerah secara nasional dalam mendukung ketahanan pangan.
Manfaat resi gudang bagi petani lanjutnya, akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dengan penerapan sistem tunda jual.
Bagi pelaku usaha, SRG secara optimal akan mampu meningkatkan kapasitas usaha, jaminan modal produksi karena adanya pembiayaan dari lembaga keuangan, jaminan ketersediaan bahan baku, serta mendorong tumbuhnya industri pergudangan.
Sementara bagi pemerintah, SRG bermanfaat untuk memantau ketersediaan stok komoditas baik daerah maupun nasional, menjaga kesetabilan harga, serta mendorong terciptanya lapangan kerja daerah.
Joko lebih lanjut mengatakan secara nasional, Provinsi Lampung termasuk salah satu daerah yang memperoleh dana alokasi khusus (DAK) untuk pelaksanaan Sistem Resi Gudang dan merupakan yang terbanyak di Sumatera.
Di Lampung terdapat enam kabupaten penerima DAK Resi Gudang, yaitu Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Lampung Barat dan Kabupaten Tulang Bawang.
Ia menjelaskan, dari enam kabupaten tersebut, lima kabupaten telah selesai melakukan pembangunan gedung, sedangkan satu kabupaten, yaitu Kabupaten Lampung Barat dalam proses pembangunan.
Di Indonesia, lokasi SRG berada di 18 daerah, gudang terbanyak berada di Provinsi Jawa Timur (18 gudang) dan Jawa Barat (10 gudang).
Menurutnya, manfaat keberadaan SRG telah dirasakan oleh masyarakat di beberapa daerah, terutama di Provinsi Jawa Barat.
Ia berharap Lampung dapat menjadi daerah yang juga merasakan manfaat keberadaan Sistem Resi Gudang.
Untuk itu, alokasi dana dari pemerintah usat kepada enam kabupaten dalam rangka percepatan penerapan Sistem Resi Gudang di Lampung harus dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin.
"Saya minta SRG di Lampung menjadi yang terdepan se-Indonesia, sehingga keberadaannya dapat bermanfaat bagi kemajuan perekonomian Lampung khususnya dan Indonesia pada umumnya," kata dia pula.
Untuk mewujudkan itu semua lanjutnya, perlu dukungan dari pihak terkait, stakeholder, pengelola gudang dan perbankan, termasuk kabupaten agar secara berkelanjutan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. (ANT-A054)
"Disisi lain, SRG juga menjadi solusi untuk membantu berbagai pihak baik masyarakat, petani, pelaku usaha, pemerintah, maupun lembaga keuangan untuk memperoleh manfaat," kata dia, pada workshop nasional Sistem Resi Gudang, di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan Sistem Resi Gudang yang tercantum dalam Undang-Undang No 9 tahun 2011 merupakan amanah Rakornas Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan wujud komitemen bersama pimpinan daerah secara nasional dalam mendukung ketahanan pangan.
Manfaat resi gudang bagi petani lanjutnya, akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dengan penerapan sistem tunda jual.
Bagi pelaku usaha, SRG secara optimal akan mampu meningkatkan kapasitas usaha, jaminan modal produksi karena adanya pembiayaan dari lembaga keuangan, jaminan ketersediaan bahan baku, serta mendorong tumbuhnya industri pergudangan.
Sementara bagi pemerintah, SRG bermanfaat untuk memantau ketersediaan stok komoditas baik daerah maupun nasional, menjaga kesetabilan harga, serta mendorong terciptanya lapangan kerja daerah.
Joko lebih lanjut mengatakan secara nasional, Provinsi Lampung termasuk salah satu daerah yang memperoleh dana alokasi khusus (DAK) untuk pelaksanaan Sistem Resi Gudang dan merupakan yang terbanyak di Sumatera.
Di Lampung terdapat enam kabupaten penerima DAK Resi Gudang, yaitu Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Lampung Barat dan Kabupaten Tulang Bawang.
Ia menjelaskan, dari enam kabupaten tersebut, lima kabupaten telah selesai melakukan pembangunan gedung, sedangkan satu kabupaten, yaitu Kabupaten Lampung Barat dalam proses pembangunan.
Di Indonesia, lokasi SRG berada di 18 daerah, gudang terbanyak berada di Provinsi Jawa Timur (18 gudang) dan Jawa Barat (10 gudang).
Menurutnya, manfaat keberadaan SRG telah dirasakan oleh masyarakat di beberapa daerah, terutama di Provinsi Jawa Barat.
Ia berharap Lampung dapat menjadi daerah yang juga merasakan manfaat keberadaan Sistem Resi Gudang.
Untuk itu, alokasi dana dari pemerintah usat kepada enam kabupaten dalam rangka percepatan penerapan Sistem Resi Gudang di Lampung harus dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin.
"Saya minta SRG di Lampung menjadi yang terdepan se-Indonesia, sehingga keberadaannya dapat bermanfaat bagi kemajuan perekonomian Lampung khususnya dan Indonesia pada umumnya," kata dia pula.
Untuk mewujudkan itu semua lanjutnya, perlu dukungan dari pihak terkait, stakeholder, pengelola gudang dan perbankan, termasuk kabupaten agar secara berkelanjutan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. (ANT-A054)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Pagaralam dorong petani kopi terapkan sistem resi gudang perkuat daya tawar
06 November 2021 21:31 WIB, 2021
Erick Thohir: Agen BRILink berperan penting gerakkan ekonomi masyarakat
31 January 2022 16:39 WIB, 2022
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Mensesneg bantah kabar Haji Isam ditunjuk jadi koordinator karhutla Kalimantan
23 August 2026 15:31 WIB
Manggala Agni padamkan ratusan hektare karhutla di Indragiri Hulu dan Pelalawan
23 August 2026 15:25 WIB
Mobil tangki BPBD Belitung kecelakaan saat menuju lokasi karhutla, tiga petugas luka
23 August 2026 15:19 WIB