DPD nilai pelayanan KAI di Sumsel mulai bagus
Rabu, 21 Desember 2011 14:06 WIB
Masyarakat Sumsel harapkan pelayanan PT.Kereta Api yang menghubungkan Sumsel dengan Lampung lebih baik dan nyaman. (FOTO ANTARA/Yudi Abdullah/11)
Palembang, (ANTARA News) - Anggota DPD-RI utusan Sumatera Selatan, H Aidil Fitrisyah, menilai bahwa pelayanan angkutan penumpang maupun barang menggunakan jasa kereta api di wilayah Sumsel, sekarang ini mulai bagus dibandingkan kondisi beberapa tahun sebelumnya.
"Sekarang ini pelayanan mulai bagus, namun masih perlu ditingkatkan lagi, agar para penumpang ketika bepergian merasa lebih nyaman, dan aman," kata Aidil Fitrisyah, pada pertemuannya dengan pihak manajemen PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional (PT KAI Divre) III Sumsel, di Palembang, Rabu.
Dikemukakannya, banyak hal yang masih perlu dibenahi pihak PT KAI tersebut, seperti jam kedatangan masih sering belum tepat waktu, termasuk pedagang asongan masih ada menjajakan dagangan di atas kereta.
Anggota DPD-RI itu, di hadapan manajemen PT KAI Divre III Sumsel, juga mempertanyakan masalah keberadaan angkutan batu bara dengan angkutan penumpang.
"Biasanya kalau kita naik kereta Limex Sriwijaya dari Kertapati tujuan Tanjung Karang Provinsi Lampung, di tengah perjalanan dihentikan di salah satu stasiun cukup lama, karena menunggu kereta api batu bara rangkaian panjang atau dikenal KA Babaranjang lewat terlebih dahulu," kata Abdul Azis, anggota DPD-RI lainnya menambahkan.
Menurut dia, kalau melihat kondisi demikian berarti KA Babaranjang kelasnya lebih baik dibandingkan KA lainnya, mungkin soal pendapatan dan lainnya.
Sementara, menanggapi saran dari pihak anggota DPD-RI itu, Wakil Kepala PT KAI Divre III Sumsel, Ir Nasyruddin Lubis, mengatakan bahwa pihak manajemen perusahaan telah memprogramkan untuk menuju ke arah perbaikan dalam semua hal.
Namun demikian, kata dia, walaupun terus berusaha pihaknya hingga kini belum mampu mencapainya, karena antara lain fasilitas dimiliki berupa gerbong sudah usia tua.
Oleh karena itu, pihak manajemen sudah memprogramkan sistem grafik perjalanan KA (GPK), sehingga perjalanan kereta api (KA) dapat diperhitungkan yang diharapkan lambat laun perjalanan terutama KA penumpang akan sampai ke tujuan tepat waktu, katanya.
Di samping itu, hal tidak kalah pentingnya adalah terus berupaya melakukan perbaikan serta perawatan armada dan pembenahan fasilitas stasiun dan jalan/rel kereta api, katanya lagi.
Sementara kunjungan anggota DPD-RI yang terdiri atas Hj Asmawaty, Abdul Azis dipimpin H Aidil Fitrisyah bertemu dengan manajemen PT KAI Divre Sumsel itu, untuk mencari masukan kendala dihadapi dan perkembangan masalah standar pelayanan publik untuk dibawa dalam rapat di pusat. (ANT-M033)
"Sekarang ini pelayanan mulai bagus, namun masih perlu ditingkatkan lagi, agar para penumpang ketika bepergian merasa lebih nyaman, dan aman," kata Aidil Fitrisyah, pada pertemuannya dengan pihak manajemen PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional (PT KAI Divre) III Sumsel, di Palembang, Rabu.
Dikemukakannya, banyak hal yang masih perlu dibenahi pihak PT KAI tersebut, seperti jam kedatangan masih sering belum tepat waktu, termasuk pedagang asongan masih ada menjajakan dagangan di atas kereta.
Anggota DPD-RI itu, di hadapan manajemen PT KAI Divre III Sumsel, juga mempertanyakan masalah keberadaan angkutan batu bara dengan angkutan penumpang.
"Biasanya kalau kita naik kereta Limex Sriwijaya dari Kertapati tujuan Tanjung Karang Provinsi Lampung, di tengah perjalanan dihentikan di salah satu stasiun cukup lama, karena menunggu kereta api batu bara rangkaian panjang atau dikenal KA Babaranjang lewat terlebih dahulu," kata Abdul Azis, anggota DPD-RI lainnya menambahkan.
Menurut dia, kalau melihat kondisi demikian berarti KA Babaranjang kelasnya lebih baik dibandingkan KA lainnya, mungkin soal pendapatan dan lainnya.
Sementara, menanggapi saran dari pihak anggota DPD-RI itu, Wakil Kepala PT KAI Divre III Sumsel, Ir Nasyruddin Lubis, mengatakan bahwa pihak manajemen perusahaan telah memprogramkan untuk menuju ke arah perbaikan dalam semua hal.
Namun demikian, kata dia, walaupun terus berusaha pihaknya hingga kini belum mampu mencapainya, karena antara lain fasilitas dimiliki berupa gerbong sudah usia tua.
Oleh karena itu, pihak manajemen sudah memprogramkan sistem grafik perjalanan KA (GPK), sehingga perjalanan kereta api (KA) dapat diperhitungkan yang diharapkan lambat laun perjalanan terutama KA penumpang akan sampai ke tujuan tepat waktu, katanya.
Di samping itu, hal tidak kalah pentingnya adalah terus berupaya melakukan perbaikan serta perawatan armada dan pembenahan fasilitas stasiun dan jalan/rel kereta api, katanya lagi.
Sementara kunjungan anggota DPD-RI yang terdiri atas Hj Asmawaty, Abdul Azis dipimpin H Aidil Fitrisyah bertemu dengan manajemen PT KAI Divre Sumsel itu, untuk mencari masukan kendala dihadapi dan perkembangan masalah standar pelayanan publik untuk dibawa dalam rapat di pusat. (ANT-M033)
Pewarta :
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketua DPD PDIP Sumsel instruksikan kader gotong royong bantu korban gempa NTT
15 August 2026 21:13 WIB
Bahlil Lahadalia sampaikan dukacita atas wafatnya Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara
20 April 2026 18:46 WIB
PWRI Jabar akui otak kasus investasi bodong Ketua Harian PWRI Sukabumi
26 April 2024 10:45 WIB, 2024
Bawaslu OKU Timur terima aduan dugaan pelanggaran administrasi pemilu
26 February 2024 21:54 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Penyaluran beras SPHP Bulog Sumsel Babel tembus 26 ribu ton hingga Agustus 2026
28 August 2026 8:07 WIB
Pemprov Sumsel jadikan sektor kelautan dan perikanan penggerak ekonomi daerah
28 August 2026 8:04 WIB
Kilang Plaju gelar asesmen pengamanan ruang udara dan audit Sistem Manajemen Pengamanan
26 August 2026 15:33 WIB
PEP Ramba Field bergerak bersama warga padamkan karhutla di Muba dan Banyuasin
26 August 2026 15:22 WIB