E-Radikasi Tanaman Akasia Di Kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang
- 30 December 2021 19:49 WIB, 2021
Ribuan buruh yang menamai diri Front Buruh dan Rakyat Sumsel Bersatu melewati jalan protokol Kota Palembang menuju kantor Pemerintah Provinsi Sumsel, Kamis (6/12). Front buruh yang terdiri dari Kongres AliansiI Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sumsel dan beberapa forum buruh Sumsel melakukan aksi menuntut Gubernur Sumsel menaikan UMP tahun 2013 menjadi Rp 1.874.733 dari angka yang akan ditetapkan sebesar 1.350.000. (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)
Ketua Kongres Aliansi I Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Pusat Neneng Elitos berorasi pada aksi buruh di Kantor Pemerintah Provinsi Sumsel, Kamis (6/12)). Front buruh yang terdiri dari Kongres Aliansi I Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sumsel dan beberapa forum buruh Sumsel melakukan aksi menuntut Gubernur Sumsel menaikan UMP tahun 2013 menjadi Rp 1.874.733 dari angka yang akan ditetapkan sebesar 1.350.000. (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)
Ribuan buruh yang menamai diri Front Buruh dan Rakyat Sumsel Bersatu melewati jalan protokol Kota Palembang menuju kantor Pemerintah Provinsi Sumsel, Kamis (6/12)). Front buruh yang terdiri dari Kongres Aliansi I Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sumsel dan beberapa forum buruh Sumsel melakukan aksi menuntut Gubernur Sumsel menaikan UMP tahun 2013 menjadi Rp 1.874.733 dari angka yang akan ditetapkan sebesar 1.350.000. (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)
Ketua Kongres Aliansi I Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Pusat Neneng Elitos ( 2 kiri) berbincang dengan Kapolresta Palembang Kombes Pol. Sabarudin Ginting di perjalanan menuju Kantor Pemerintah Provinsi Sumsel, Kamis (6/12). Front buruh yang terdiri dari Kongres Aliansi I Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sumsel dan beberapa forum buruh Sumsel melakukan aksi menuntut Gubernur Sumsel menaikan UMP tahun 2013 menjadi Rp 1.874.733 dari angka yang akan ditetapkan sebesar 1.350.000. (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)