
Sumsel optimalkan pencegahan karhutla hadapi puncak kemarau Agustus-September 2026

Palembang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan berupaya mengoptimalkan operasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghadapi puncak musim kemarau, Agustus-September 2026.
"Operasi pencegahan perlu dioptimalkan menghadapi puncak kemarau dua bulan ke depan dengan menurunkan beberapa unit helikopter untuk patroli udara dan satgas gabungan patroli darat," kata Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan (Sumsel) Sudirman di Palembang, Kamis.
Dia menjelaskan, sasaran utama operasi pencegahan karhutla itu yakni sembilan kabupaten di provinsi setempat yang statusnya siaga kebakaran hutan dan lahan menghadapi puncak musim kemarau 2026.
Sebanyak sembilan kabupaten siaga karhutla itu yakni Kabupaten Musi Rawas (Mura), Muratara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Ogan Komering Ulu (OKU).
Menurut dia, sepanjang musim kemarau 2026 ini tercatat sekitar 300 lebih kejadian kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah rawan karhutla.
Kabupaten Pali menjadi daerah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak yakni 54 kejadian, Kabupaten Musi Banyuasin 46 kejadian, Ogan Ilir 41 kejadian, dan Kabupaten Muara Enim 33 kejadian.
Keempat kabupaten tersebut masuk kategori zona merah karena hingga Juli 2026 ini tercatat lebih dari 30 kejadian karhutla.
Melalui operasi itu diharapkan lebih optimal langkah-langkah pencegahan serta meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi karhutla di daerah itu.
Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
