Logo Header Antaranews Sumsel

Perang lawan Iran, AS kaji pengerahan 10.000 tentara darat tambahan

Jumat, 27 Maret 2026 14:19 WIB
Image Print
Presiden Amerika SerikatĀ Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)

Moskow (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan untuk menambah pasukan AS di Timur Tengah di perang melawan Iran, menurut laporan The Wall Street Journal yang mengutip sumber-sumber pertahanan.

Departemen Pertahanan AS mengkaji opsi untuk mengirim hingga 10.000 prajurit darat tambahan ke kawasan itu untuk memberikan lebih banyak opsi militer kepada presiden.

Langkah itu diambil di tengah kemungkinan pembicaraan damai dengan Iran, menurut laporan tersebut pada Kamis (26/3).

Pasukan tambahan itu akan mencakup infanteri dan kendaraan lapis baja, yang akan diperkuat oleh sekitar 5.000 marinir dan beberapa ribu prajurit penerjun payung yang telah menerima perintah penempatan ke Timur Tengah.

Namun, masih belum jelas ke wilayah mana pasukan tersebut akan ditempatkan.

Menurut laporan itu, pasukan tambahan kemungkinan akan ditempatkan di sekitar Iran dan Pulau Kharg.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel awalnya menyatakan serangan "pencegahan" itu diperlukan untuk menghadapi ancaman dari program nuklir Iran. Namun, belakangan mereka menegaskan keinginan melihat perubahan kekuasaan di negara itu.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Perang lawan Iran, AS kaji pengerahan 10.000 tentara darat tambahan



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026