
Wali kota: Gelar griya mempererat hubungan pemerintah-masyarakat

Palembang (ANTARA) - Wali Kota Palembang Ratu Dewa menjelaskan kegiatan gelar griya dalam rangka Hari Lebaran bermanfaat penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat di daerah itu.
"Ini adalah momen setelah sebulan penuh kita berpuasa. Saatnya kita saling memaafkan, memperkuat kebersamaan, dan terus membangun kota ini bersama-sama," katanya di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu.
Ia menyebut gelar griya bukan sekadar tradisi tahunan setiap Lebaran.
Lebih dari 1.000 warga dari berbagai lapisan dan kalangan mengikuti gelar griya diselenggarakan Wali Kota Ratu Dewa di rumah dinas wali kota setempat di Jalan Tasik, Kambang Iwak, Kota Palembang.
"Antusiasme ribuan masyarakat menghadiri open house (gelar griya) pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 selama dua hari yang dilaksanakan 21-22 Maret 2026," katanya.
Mereka, katanya, berasal dari semua golongan, lintas agama, hingga komunitas di Palembang, seperti perkumpulan warga Bugis, Tionghoa, dan Bali. Mereka silih berganti berdatangan ke rumah dinas itu untuk bersilaturahim dengan orang nomor 1 di kota tersebut.
Ia mengatakan pada hari kedua gelar griya, Minggu, seluruh masyarakat tetap dipersilakan hadir.
Ia memastikan seluruh tamu dilayani dengan baik, termasuk menikmati hidangan yang disiapkan.
"Kita terbuka untuk semua. Kita ingin momen Idul Fitri ini benar-benar menjadi ajang silaturahmi bersama," katanya.
Dalam menyambut para tamu, Pemerintah Kota Palembang menyiapkan berbagai fasilitas pendukung. Tenda-tenda besar didirikan di sekitar lokasi guna menampung pengunjung. Selain itu, ribuan porsi makanan khas Lebaran juga disediakan untuk para tamu.
"Tidak hanya menu umum seperti ketupat dan rendang, sate, hidangan khas daerah juga menjadi daya tarik tersendiri. Warga dapat menikmati aneka kuliner khas Palembang seperti pempek, tekwan, hingga model yang disajikan secara gratis bagi seluruh pengunjung," katanya.
Dewa menegaskan penyediaan makanan khas ini bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat, sekaligus upaya melestarikan kuliner lokal.
"Kita siapkan makanan khas Palembang agar masyarakat bisa menikmati suasana Lebaran dengan cita rasa daerah kita sendiri," katanya.
Demi memastikan kegiatan berjalan tertib dan lancar, pengamanan di sekitar lokasi diperketat. Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Perhubungan dikerahkan untuk mengatur arus keluar masuk warga, sehingga tetap kondusif meski jumlah pengunjung cukup banyak.
Dalam kesempatan tersebut, Dewa juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas berbagai kekurangan selama dirinya memimpin daerah setempat.
"Sebagai pemimpin, saya menyadari masih banyak yang perlu diperbaiki. Di hari yang suci ini, saya mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Palembang," katanya.
Fuji, seorang warga KM 5 Palembang, mengaku bersyukur bisa bersilaturahim dan berfoto bersama orang penting di kota itu.
"Pastinya ini jadi kebanggaan kepada saya, karena saya sebagai orang kecil bisa bersilaturahmi dengan beliau," katanya.
Soleh (30), salah satu warga Sukabangun, mengaku senang bisa bersilaturahim dengan Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan keluarga.
Pewarta: M. Imam Pramana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
