
Info Mudik 2026: Ini daftar titik rawan macet di Jalintim dan Jalinteng Sumsel

Palembang (ANTARA) - Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan (Dishub Sumsel) memetakan sebanyak 22 titik rawan kemacetan di sejumlah ruas jalan di wilayah itu selama arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 H/Lebaran 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel Musni Wijaya di Palembang, Kamis, mengatakan titik rawan kemacetan tersebut paling banyak berada di jalur Jalan Lintas Timur (Jalintim), khususnya ruas Palembang–Betung yang menjadi jalur utama pemudik.
“Dari hasil pemetaan yang kami lakukan terdapat 22 titik rawan kemacetan di Sumsel. Paling banyak berada di Jalintim Palembang–Betung,” katanya.
Ia menjelaskan Jalintim merupakan jalur strategis yang menghubungkan Lampung hingga Jambi sehingga setiap tahun dilalui kendaraan pemudik dari berbagai daerah.
Jalur tersebut terdapat 11 titik rawan kemacetan yang tersebar di ruas Peninggalan–batas Jambi (Km 206+800), Sungai Lilin–Betung (Km 113+200, Km 70+100, dan Km 142+500), serta Palembang–Betung (Km 15+800 hingga Km 20).
"Potensi kemacetan di ruas Palembang–Betung diperkirakan berkurang karena ruas tol akan difungsionalkan selama periode mudik lebaran," jelasnya.
Namun demikian, pihaknya tetap mengantisipasi kemungkinan kepadatan di pintu keluar tol yang berpotensi menjadi titik kemacetan baru.
“Kemacetan di Palembang–Betung akan berkurang karena tol difungsionalkan. Tapi kami tetap mengantisipasi kepadatan di pintu keluar tol,” ujarnya.
Selain itu, titik rawan kemacetan juga berada di ruas Simpang Indralaya–Meranjat (Km 36+200), Meranjat–Kayuagung (Km 55), Kayuagung–Simpang Penyandingan (Km 75+300), serta Simpang Penyandingan menuju Lampung (Km 112, Km 122, dan Km 131+800).
Lalu, pada jalur Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) terdapat enam titik rawan kemacetan, yakni di Muara Enim–Simpang Sugihwaras (Km 198, Km 205, dan Km 208), Simpang Sugihwaras–Baturaja (STA 12), batas Musi Rawas–Tebing Tinggi (Km 293+850), dan ruas Yos Sudarso–Lubuklinggau (Km 368+120).
Dishub Sumsel juga memantau lima titik rawan kemacetan di jalur penghubung, yaitu Jalan Lingkar Kota Sekayu (Km 124+500), Pagar Alam–Tanjung Sakti–Bengkulu (Km 311+160), Prabumulih–Beringin (Km 92+050), serta Simpang Belimbing–batas Muara Enim (Km 138 dan Km 147).
Musni menyebut sejumlah faktor yang memicu kemacetan di antaranya tingginya volume kendaraan, aktivitas pasar tumpah, perlintasan sebidang kereta api, serta kondisi jalan yang menyempit di beberapa lokasi.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Lebaran, Dishub Sumsel bersama kepolisian dan instansi terkait akan menyiapkan langkah pengaturan lalu lintas, penempatan petugas di titik rawan, serta pemasangan rambu dan informasi lalu lintas bagi pengguna jalan.
“Koordinasi lintas instansi terus dilakukan guna memastikan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di wilayah Sumsel berjalan aman, lancar dan terkendali,” kata dia.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
