
Pertamina EP bantah ada ledakan di sumur Babat Toman Banyuasin, pastikan hanya kegiatan uji produksi

Jakarta (ANTARA) - Pertamina EP (PEP) membantah terjadi ledakan di Sumur MJ 157 Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan pada Kamis (24/7/25) malam sekitar pukul 21.00 WIB seperti yang sempat diberitakan media massa setempat.
Corporate Secretary Pertamina Hulu Rokan Eviyanti Rofraida dalam keterangan pers diterima ANTARA, Sabtu, menjelaskan bahwa adanya bunyi ledakan itu merupakan proses normal yakni bagian dari rangkaian uji produksi yaitu pelepasan tekanan sumur di akhir uji produksi, untuk selanjutnya mematikan sumur.
Ia menjelaskan pelepasan tekanan sumur tersebut dilakukan sesuai Well Control Procedure, yaitu sirkulasi melewati sistem BOP (Blow Out Preventer), BPM (back Pressure Manifold) dan flare.
Pelepasan tekanan tersebut berlangsung selama kurang dari 3 menit. Selama proses tersebut, dilakukan pengecekan dengan gas detector, tidak ditemukan indikasi gas berbahaya dan tidak ada tumpahan minyak di lokasi.
PEP mengimbau masyarakat agar tidak panik, semua proses dilakukan sesuai dengan prosedur dan menerapkan prinsip keselamatan kerja.
Sesuai dengan undang-undang terkait area Objek Vital Nasional (Obvitnas) dan peraturan keselamatan yaitu hanya orang-orang yang berkompeten dan memenuhi standard keselamatan yang dapat memasuki lokasi sumur.
Baca juga: Pertamina EP Prabumulih dan PDSI berhasil temukan potensi minyak baru di Lapangan Lembak Kabupaten Muara Enim
Baca juga: Pertamina EP ladang Adera Sumsel temukan sumur baru di area Nort West Benuang
Pewarta: Pewarta ANTARA
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
