Dia menerangkan di tahun 2024, Kalsel sudah menyelenggarakan Hari Tari Dunia sepuluh kali.
Untuk tahun ini pihaknya mengangkat tema Hari Tari se-Dunia, yaitu “South Borneo Bergerak”.
Perayaan selama tiga hari Hari Tari se-Dunia, ada sebanyak 44 penampilan dari 40 sanggar yang berpartisipasi.
"Ini menjadi semangat dan inspirasi kita, bagaimanapun juga seni itu harus dikembangkan dan dilestarikan. Hari tari perlu diperingati karena ini menjadi inspirasi dan dukungan supaya mereka tetap terus eksis," ujarnya.
Suharyanti menuturkan, perayaan ini menjadi sebuah kebanggaan dan energi positif bagi para seniman tari untuk terus berkarya dan memberikan semangat kepada para penari dari muda hingga dewasa.
"Semoga perayaan ini bisa terus diselenggarakan oleh Pemprov Kalsel sehingga mampu menjadi wadah bagi para seniman tari," katanya.
