
Kelompok teror PKK dilaporkan terus culik anak-anak
Rabu, 23 Agustus 2023 13:42 WIB

"Mereka menutup dan memblokir tempat di mana kami terakhir mengelar kongres. Kami harus melakukannya secara diam-diam di rumah. Meski kami adalah organisasi yang sah, mereka beroperasi di luar undang-undang dan tidak sah," katanya.
Menurut Jamil, ENKS mewakili Kurdi Suriah di mata masyarakat internasional dan 144 negara mengakuinya.
Dia mengatakan kelompok teror PKK mencegat warga kembali ke rumahnya.
"Saat ini, orang-orang kami masih meninggalkan wilayah tersebut lantaran kondisi hidup mereka, masalah keamanan dan penculikan yang masih berlangsung," katanya.
Sumber: Anadolu
Pewarta: Asri Mayang Sari
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
