
Petani sawit Sumsel akses pembiayaan KUR

Palembang (ANTARA) - Sejumlah petani sawit di Sumatera Selatan mengakses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di perbankan untuk merawat lahan yang sudah diremajakan dalam program Peremajaan Sawit Rakyat.
Darmonoto, petani sawit dari Desa Cipta Praja, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, yang dihubungi dari Palembang, Rabu, mengaku dirinya terbantu oleh adanya program KUR sektor perkebunan itu mengingat masih membutuhkan dana untuk perawatan lahan.
Sebelumnya ia mendapatkan bantuan peremajaan lahan sawit dalam program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang bersumber dari dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit pada 2019 dan 2020.
Dalam program itu, ia menerima bantuan Rp25 juta per hektare (Ha), yang mana pada 2019 mendapatkan bantuan untuk meremajakan sebanyak dua hektare dan pada 2020 mendapatkan tambahan dua hektare lagi.
“Kebutuhan untuk per hektare itu mencapai Rp123 juta untuk peremajaan hingga perawatan. Sehingga sisanya saya pinjam KUR di BNI,” kata dia.
Dalam proses pengajuan pinjaman rendah bunga yakni 6,0 persen per tahun ini, Darmonoto mendapatkan pinjaman Rp100 juta pada 2022 yang digunakannya untuk biaya pembelian pupuk dan obat-obatan hingga tenaga kerja.
Ia dapat mengakses pembiayaan rendah bunga ini melalui Koperasi Unit Desa, yang mana pihak BNI menyalurkannya secara berkelompok.
“Total ada 378 kavling (tiap kavling dengan luas 2 hektare) di KUD kami. Dan saya kebagian Rp100 juta untuk pinjamannya,” kata dia.
Untuk membayar ansuran pinjaman KUR ini, dia bersyukur karena tanaman sawit yang diremajakan pada 2019 sudah bisa dipanen pada Mei 2022, walau masih dalam bentuk buah pasir.
“Walau baru usia dua tahun tapi buahnya sudah bisa dijual. Harganya juga cukup bagus, karena harga minyak sawit sedang naik,” kata dia.
Analis Pengembangan Bisnis dan Penjualan Kantor Wilayah III BNI Oktarina Chandra mengatakan berdasarkan data 6 Maret 2022 diketahui terdapat 131 petani yang mengakses pinjaman KUR dari sektor perkebunan sawit.
Sementara ini total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp14,9 miliar dengan luas tanam 250 hektare.
“Untuk target tidak ada, selagi masih ada kuota KUR-nya maka akan kami terus salurkan ke petani. Saat ini ada kuota sekitar Rp3 miliar lagi,” kata dia.
Sebelumnya Menteri Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan penyaluran KUR harus menyasar semua sektor, atau tak terpaku hanya pada pertanian, perdagangan dan jasa.
Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
