
Sumsel serap dana PEN senilai Rp9,3 triliun

Palembang (ANTARA) - Provinsi Sumatera Selatan menyerap dana Pemulihan Ekonomi Nasional yang bersumber dari APBN senilai Rp9,3 triliun per September 2021.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Provinsi Sumatera Selatan Lydia K Christyana di Palembang, Kamis, mengatakan, penyerapan dana PEN itu terkonsentrasi dalam tiga pos utama yakni perlindungan sosial, dukungan pada pelaku UMKM dan pemulihan kesehatan.
Untuk perlindungan sosial, Sumsel merealisasikan Rp2,8 triliiun yang digunakan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 321.760 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Kartu Sembako untuk 424.954 KPM.
Kemudian, Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk 108.095 KPM dan BLT Desa untuk 220.823 KPM, Kartu Pra Kerja untuk 145.884 orang, Bantuan Kuota Internet untuk 817.072 penerima, Subsidi Listrik untuk 1,174 juta penerima.
Lalu, Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk 40.040 pekerja, bantuan beras untuk 28,8 juta KPM dan Bantuan Tunai Pelaku Usaha PKL POLRI Rp210 juta.
Bidang kesehatan, Sumsel menyerap dana PEN senilai Rp1,1 trilun yang digunakan untuk RS darurat Asrama Haji Sumsel, pembagian paket obat untuk masyarakat, Biaya perawatan untuk 9.952 pasien, insentif 26.541 tenaga kesehatan, pengadaan vaksin, earmarked 8 persen untuk penanganan COVID-19 dari DAU/DBH Sumsel Rp289,6 miliar.
Sementara, untuk dukungan ke pelaku UMKM, Sumsel merealisasikan dana PEN senilai Rp2,7 triliun yang dialokasikan untuk Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) 388.063 pelaku usaha dan penempatan dana pemerintah di bank dengan total penyaluran kredit Rp2,235 triliun untuk 16.975 debitur.
Dana PEN juga digulirkan untuk sejumlah program pemerintah yang dilaksanakan satuan kerja kementerian/lembaga senilai Rp797 miliar untuk program Padat Karya untuk 48.784 tenaga kerja senilai Rp727,383 miliar.
Serapan di Kementerian PUPR terpantau dari pagu Rp718,136 miliar dapat terealisasi Rp501,51 miliar atau menyasar 32.227 tenaga kerja, Kementerian Perhubungan dari pagu Rp427,89 miliar, realisasi Rp175,29 miliar dengan 522 tenaga kerja.
Kemudian, Kementerian Pertanian dari pagu Rp62,127 miliar, realisasi Rp43,587 miliar dengan 14.433 tenaga kerja dan Kementerian ESDM dari pagu Rp 22,88 miliar, realisasi Rp6,72 miliar dengan 602 tenaga kerja.
Selain itu, dana PEN juga menyasar ke program Food Estate untuk ketahanan pangan, antara lain untuk pembangunan bendungan Rp69,472 miliar
“Dari serapan dana PEN ini, ternyata APBN terbukti mendukung penurunan kasus COVID-19 dan pemulihan ekonomi,” kata Lydia.
Sebagai indikatornya, Indonesia dapat melewati puncak gelombang kedua COVID-19 dan adanya tren positif dari pertumbuhan pendapatan negara.
Secara nasional realisasi dana PEN hingga 17 September 2021 mencapai Rp395,9 triliun atau 53,2 persen dari pagu anggaran Rp744,77 triliun.
Pewarta: Dolly Rosana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
