Logo Header Antaranews Sumsel

Neraca perdagangan Sumsel surplus selama pandemi 2020

Sabtu, 16 Januari 2021 18:45 WIB
Image Print
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (15/1/2020). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp)

Palembang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan barang Provinsi Sumatera Selatan tetap surplus selama pandemi 2020 senilai 2.665,54 juta dolar AS.

Namun BPS mencatat capaian selama Januari-Desember 2020 ini jauh lebih rendah jika dibandingkan 2019 yang meraup 3.447,69 juta dolar..

“Jika dilihat capaian sejak tahun 2017, ini menjadi surplus neraca perdagangan terendah. Biasanya, Sumsel mampu di atas 3.000 juta dolar,” kata Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih di Palembang, Sabtu.

Ia mengatakan penurunan ini disebabkan berkurangnya aktivitas ekspor-impor karena pengaruh penyebaran virus corona di negara ekspor.

Pergerakan ekspor impor di Sumsel baru terasa pada triwulan akhir 2020.

Pada tahun lalu Sumsel membukukan ekspor senilai 3.603,24 juta USD, sementara impornya 938,70 juta USD. Sedangkan tahun 2019, ekspor senilai 4.059,35 juta dolar dan impor 511,66 juta dolar.

Neraca perdagangan Sumsel sangat dipengaruhi capaian positif nilai ekspor nonmigas yang mencapai 3.429,24 juta dolar, jika dibandingkan impornya yang hanya 915,48 juta dolar. Sementara dari sisi ekspor migas (minyak tanah, hasil minyak dan gas) hanya 175,00 juta dolar, sedangkan impornya hanya 23,21 juta dolar.

Sumsel mengalami surplus perdagangan dengan tiga negara yakni Tiongkok 633,74 juta dolar, Malaysia (285,96 juta dolar) dan Amerika Serikat (271,05 juta dolar) pada 2020.

Jika diamati selisihnya, maka surplus perdagangan dengan Tiongkok yang terkontraksi cukup dalam pada 2020 dibandingkan 2019. Sebelum COVID-19, Sumsel mencatat surplus perdagangan dengan Tiongkok 1.127,36 juta dolar, namun pada 2020 hanya 633,74 juta dolar.

“Pengaruh cukup besar, karena ekspor karet dan batubara Sumsel sebagian besar ke Tiongkok,” kata Endang.

Sementara defisit neraca perdagangan terjadi dengan Laos, Belarusia dan Pantai Gading.

“Namun dari sisi volume dan nilai, masih rendah jika dibandingkan ekspor ke China, Malaysia dan AS,” kata dia.

Pergerakan positif ini juga tak lepas dari kinerja baik dari kegiatan ekspor dan impor pada Desember 2020, yang membukukan 299,71 juta dolar, yang mana terjadi peningkatan signifikan volume ekspor batubara, karet dan bubur kertas.




Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026