Petani Sumsel minta Bulog serap hasil panen

id panen, panen padi, petani, bulog, penyerapan hasil panen, petani minta bulog maksimal serap hasil panen , sentra produksi pertanian sumsel

Petani Sumsel minta Bulog  serap hasil panen

Suasana panen padi di Sumsel. (ANTARA/Yudi Abdullah/20)

Palembang (ANTARA) - Petani di sentra produksi padi sejumlah kabupaten di Sumatera Selatan meminta Perum Bulog setempat mulai melakukan persiapan penyerapan hasil panen mereka pada Mei 2020 dan beberapa bulan berikutnya sehingga hasil panen mereka bisa terserap maksimal.

"Petani Kabupaten Banyuasin, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, dan Ogan Komering Ilir mulai ada yang panen, jika tidak segera diserap bisa mengakibatkan anjloknya harga gabah dan beras di tingkat petani," kata Pengurus Asosiasi Masyarakat Sriwijaya, Ibrahim di Palembang, Senin.

Berdasarkan hasil kunjungannya ke sejumlah sentra produksi pertanian, salah satu daerah di Sumsel yang segera panen raya yakni Kabupaten Banyuasin. 

Hasil panen petani di Kabupaten Banyuasin, pada Mei 2020 diperkirakan cukup besar yakni mencapai di atas 400 ribu ton.

Jika semuanya dapat diserap dengan baik oleh Bulog, petani dapat menikmati hasil panennya sesuai dengan harapan, kata Ibrahim.

Sementara sebelumnya Kepala Perum Bulog Divisi Regional Sumsel dan Babel, Ali Ahmad Najih mengatakan pihaknya terus berupaya menyiapkan stok beras dalam jumlah banyak dengan melakukan pembelian hasil panen petani di sejumlah daerah dalam wilayah kerja meliputi Sumsel dan Babel itu.

"Stok beras yang ada di gudang-gudang Bulog sekarang ini akan terus ditambah karena beberapa bulan ke depan dilakukan kegiatan pembelian/penyerapan hasil panen petani setempat," ujarnya.

Ketersediaan stok beras dalam jumlah yang banyak perlu diupayakan secara maksimal untuk menjamin kelancaran pasokan ke pasar dan menjaga stabilitas harga sehingga tetap terjangkau masyarakat.

Melalui berbagai upaya tersebut diharapkan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat sepanjang tahun 2020 ini dapat terpenuhi dengan baik dan dapat dicegah terjadinya kenaikan harga tidak wajar, kata Ali.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar