Logo Header Antaranews Sumsel

Sumatera Selatan gencarkan penanaman pohon

Senin, 16 Maret 2020 14:17 WIB
Image Print
Kepala Dinas Kehutanan Sumsel Pandji Tjahjanto. (ANTARA/Dolly Rosana/20)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggencarkan penanaman pohon dalam lima tahun terakhir untuk mengatasi kerusakan hutan yang diperkirakan telah mencapai 700.000 hektare dari total luasan 3,46 juta hektare.

Kepala Dinas Kehutanan Sumsel Pandji Tjahjanto di Palembang, Senin, mengatakan aksi penanaman pohon ini dilakukan secara masif bekerja sama dengan banyak pihak, mulai dari kalangan swasta, komunitas dan masyarakat.

"Penanaman disesuaikan dengan jenis tanaman di daerah yang menjadi sasaran. Ada durian, kelengkeng, alpukat dan kami harapkan masyarakat bisa berpartisipasi menjaga karena ini manfaatnya buat mereka juga," kata dia.

Ia mengatakan pemerintah provinsi melakukan penanaman pohon sesuai kebutuhan masyarakat agar bisa dimanfaatkan, seperti jenis buah-buahan kelengkeng, alpukat dan durian.

Selain pemulihan hutan, Pandji mengatakan Dinas Kehutanan dan seluruh jajarannya terus melakukan patroli pembalakan liar. Langkah tersebut untuk mengurangi perambahan hutan dan menyebabkan kritis berkelanjutan.

Sementara Kepala Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai Hutan Lindung (BPDAS-HL) Sumsel Siswo mengatakan sepanjang tahun 2019 tercatat ada sekitar 20.000 hektare hutan sudah ditanami.

"Kalau hutan kritis itu dampaknya banyak. Mulai dari longsor, banjir dan sebagainya yang mungkin ini juga diawali hujan deras atau sejenisnya. Tetapi kerusakan hutan dan hutan kritis itu banyak dampaknya ke masyarakat," kata dia.

Ia mengatakan kini lahan kritis mulai dipulihkan dengan melakukan penanaman, termasuk dengan membuat sumur buatan sebagai sumber mata air.

"Khusus untuk lahan kritis, sebetulnya ada kritis, agak kritis dan sangat kritis. Dalam upaya ini kami melakukan berbagai upaya, seperti buat sumur buatan dan sejenisnya," kata Siswo.

Oleh karena itu, ia menegaskan masyarakat di Sumsel yang ingin melakukan penanaman dapat meminta bibit ke KLHK. Bibit tersebut diberikan secara gratis dengan 18-20 jenis tanaman.

“Bibit kita kasih gratis untuk ditanam oleh masyarakat di hutan-hutan dan lingkungan mereka. Pada 2019, ada 2,5 juta bibit disebar dan dibagikan kepada masyarakat. Upaya ini dinilai dapat kembali memulihkan hutan-huta yang rusak akibat illegal loging dan perambahan,” kata dia.



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026