Pemerintah harap tiga "unicorn" baru tahun 2020

id Menristek,Bambang brodjonegoro,Unicorn,Startup,Perusahaan rintisan

Pemerintah harap tiga "unicorn" baru tahun 2020

(Kiri-kanan) Senior Vice President of Engineering Tokopedia Herman Widjaja, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya saat di acara START Summit 2020 di Jakarta, Sabtu (21/2/2020). (ANTARA/Natisha Andarningtyas)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengharapkan setidaknya tiga perusahaan rintisan bisa menyandang status unicorn sehingga jumlah perusahaan rintisan atau startup yang berada di tingkatan tersebut bertambah.

"Tahun ini kita harapkan ada tambahan tiga sampai lima lagi," kata Bambang saat di acara START Summit 2020 di Jakarta, Sabtu.

Sementara bagi perusahaan yang sudah masuk golongan unicorn, Bambang mengharapkan mereka mampu naik tingkat lagi menjadi decacorn.

Meski pun tidak secara spesifik menyebutkan startup mana saja yang berpotensi naik menjadi unicorn, Bambang menilai ada peluang di sektor on-demand dan platform dagang, juga sektor pendidikan maupun kesehatan.

Menristek menekankan status menjadi unicorn, decacorn dan seterusnya tidak terjadi secara otomatis, melainkan sebuah perjalanan, untuk itu dia memberikan semangat kepada para startup untuk terus berinovasi.

Dia juga meminta perusahaan rintisan untuk mengelola bisnis mereka dengan baik agar tidak tersingkir dari status unicorn.

Indonesia saat ini memiliki empat perusahaan rintisan yang menembus tingkatan unicorn, yaitu memiliki valuasi di atas 1 miliar dolar Amerika Serikat, mereka adalah Bukalapak, Tokopedia, Traveloka dan yang terbaru platform pembayaran digital OVO.

Gojek sudah berhasil menembus strata decacorn, satu tingkat di atas unicorn dengan valuasi minimal 10 miliar dolar AS.

Sejak tahun lalu, diperkirakan unicorn baru akan datang dari sektor pendidikan atau kesehatan karena cukup banyak APBN yang digelontorkan terutama untuk sektor pendidikan.

 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar