Pemprov Sumsel antisipasi karhutla

id Wagub, karhutla

Pemprov Sumsel antisipasi  karhutla

Wagub Sumsel Mawardi Yahya ((ANTARA)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus melakukan antisipasi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di provinsi yang terdiri dari 17 kabupaten dan kota tersebut.

Antisipasi terus dilaksanakan karena daerah ini rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, kata Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya di Palembang, Sabtu.

Pemprov Sumsel berkomitmen melakukan berbagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan tahun 2020, salah satunya dengan membentuk tim terpadu pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan, kata Wagub.

Kesiapan Sumsel dalam mengantisipasi agar kebakaran tidak terjadi itu telah dilaporkan pada Presiden Joko Widodo saat rapat koordinasi nasional di Jakarta lalu, kata Wagub.

Mawardi mengatakan bahwa dalam pertemuan lalu Presiden Jokowi mengingatkan kepada seluruh kepala daerah untuk mengantisipasi dan mencegah agar tidak terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya masing - masing.

Dikatakannya pesan presiden antara lain untuk membangun kesadaran masyarakat dan memberikan sanksi kepada siapapun yang sengaja membakar lahan.

Oleh karena itu, Pemprov Sumsel telah membuat komitmen kepada wali kota dan bupati terkait untuk mewujudkan Sumsel bebas asap kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2020.

Dijelaskannya, untuk mendukung hal tersebut maka terdapat beberapa kegiatan yang akan dilakukan diantaranya melakukan sosialisasi ke desa-desa yang merupakan titik rawan kebakaran hutan dan lahan.

"Tidak hanya itu, kita juga akan lakukan patroli sejak dini, memberikan bimtek kepada peduli api, mengaktifkan dan melibatkan kelompok masyarakat dan desa-desa peduli asap dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Namun, lanjut Wagub, lahan gambut juga harus dijaga karena bila terbakar sulit dipadamkan. "Apalagi Sumsel memiliki lahan gambut cukup sehingga harus dijaga bersama."

 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar