Petani Badui saat buka ladang waspadai ular berbisa

id lebak,Suku baduy, ular berbisa, suku baduy buka ladang, waspadai ular berbisa

Petani Badui saat buka ladang waspadai ular berbisa

Perempuan Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten berjalan kaki menuju ladang kebun untuk bercocoktanam padi huma, palawija dan sayur-sayuran,meski resiko gigitan ular berbisa cukup besar. (ANTARA/HO)

Lebak (ANTARA) - Petani Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten selalu mewaspadai gigitan ular berbisa saat membuka ladang di perbukitan hutan untuk dijadikan lahan pertanian padi huma.

"Kami hari ini hampir digigit ular berbisa yang bisa mematikan jenis ular tanah," kata Karnaen (50) seorang petani Badui Dalam warga Cibeo Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Rabu.

Ia mengaku ular tanah yang ditemukan itu sangat mematikan karena masuk kategori tua dan panjangnya mencapai 25 sentimeter.

Kemungkinan besar ular tanah itu jantan dan sangat menakutkan karena bisa mematikan itu.

"Kami baru kali pertama membuka ladang menemukan ular tanah jenis seperti itu yang sangat menakutkan," kata Karnaen.

Menurut dia, masyarakat Badui setiap tahun membuka ladang sangat beresiko terhadap populasi ular tanah karena bisa mematikan maupun cacat tubuh.

Selama ini, kata dia, terkadang ular tanah menggigit petani Badui dan harus menjalani pengobatan medis.

Namun, terkadang gigitan ular tanah itu menimbulkan kematian dan cacat tubuh jika tidak segera diobati.

Apalagi, memasuki musim hujan dipastikan ular berbisa berkeliaran.

Karena itu, dirinya selalu waspada menghadapi gigitan ular tanah yang bisa mematikan itu.

"Kami jika membuka ladang cukup hati-hati,terutama ular tanah itu," katanya menjelaskan.

Santa (50) seorang petani Badui mengaku dirinya bersama isteri menemukan tujuh ular tanah yang bisa mematikan saat membuka ladang di perbukitan hutan milik Perum Perhutani.

Kawasan hutan itu, kata dia, cukup banyak semak belukar, pepohonan dan rerumputan juga kondisi suhunya lembab.

Biasanya, suhu lembab itu dijadikan tempat populasi ular tanah.

Beruntung, dirinya selalu waspada menghadapi gigitan ular tanah tersebut.

"Kami selama tiga hari ini baru menemukan tujuh ekor ular tanah dan sangat mematikan," katanya menjelaskan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Maman Sukirman mengatakan persediaan obat anti bisa ular (ABU) cukup melimpah di semua Puskesmas.

Apabila, masyarakat digigit ular tanah maka segera dilarikan ke Puskesmas untuk mendapat pengobatan medis.

"Kami menjamin stok ABU cukup dan melimpah untuk mengobati gigitan ular berbisa," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar