Priska ceritakan pengalaman seru saat bertemu Serena pada Wimbledon

id Priska Nugroho,Tenis,Wimbledon

Petenis junior Indonesia, Priska Madelyn Nugroho berpose usai melakukan latihan di Tennis Centre Court, Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (15/7/2019). (ANTARA/Shofi Ayudiana)

Jakarta (ANTARA) - Petenis junior putri Indonesia Priska Madelyn Nugroho menceritakan pengalaman serunya ketika mengikuti turnamen Wimbledon 2019 yang salah satunya bertemu dengan finalis turnamen Grand Slam edisi 2019 itu, Serena Williams.

“Untuk foto kemarin kebetulan hanya bisa berfoto dengan Serena dan (Novak) Djokovic,” kata Priska kepada ANTARA usai latihan di Tennis Centre Court, Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin.

Serena dan Djokovic ternyata bukan petenis idola Priska karena petenis muda yang terhenti pada perempat final Wimbledon junior 2019 itu justru mengidolakan petenis putri Rumania Simona Halep dan petenis putra Swiss Roger Federer.

“Suka sama Halep karena dia kan postur tubuhnya tidak besar sama kayak saya. Maksudnya dia memberikan harapan untuk orang yang tidak berpostur tubuh besar untuk bisa bermain tenis. Attitude (sikap) dia di dalam dan luar lapangan juga bagus,” kata remaja yang sudah mulai bermain tenis sejak usia tujuh tahun itu.

Priska mengharapkan suatu hari nanti bisa bertemu dan bertanding dengan petenis idolanya ini.

“Ya kalau mereka masih main tenis dan aku juga masih main, pengen sih bisa bermain lawan mereka,” kata Priska.



Salah satu wakil Indonesia pada Wimbledon 2019 itu mengaku senang  bertemu langsung dengan petenis-petenis top dunia dan berfoto bersama mereka.

Petenis berusia 16 tahun itu mengatakan kesempatan berfoto dengan pemain tenis top dunia sangat besar apalagi mereka latihan bersama mereka.

“Tapi kita harus jaga jarak dari mereka, memang sudah dikasih tahu untuk tidak mengganggu privasi mereka. Kalau mereka lagi free baru boleh,” tutur Priska.

Bermain pada turnamen selevel Wimbledon, Priska mengaku sangat bangga karena bisa bertemu dan bertanding dengan petenis top dunia dalam seluruh pertandingan yang dinilainya berat itu.

“Persaingannya berat semua dari first round. Aku main tiga set semua sampai akhirnya kalah di perempat final,” ujar dia.
 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar