Pemprov Sumsel minta pengendara waspadai daerah rawan longsor

id mudik,rawan longsor sumsel,sekda pemprov sumsel

Jalur mudik di Jalinsum OKU Sumsel yang berlubang mulai ditambal. (ANTARA/Edo Purmana)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan meminta para pengemudi arus mudik dan balik untuk mewaspadai daerah rawan longsor saat pulang kampung nanti.

Sebab di wilayah Sumatera Selatan banyak lokasi rawan longsor, kata Sekretaris Daerah Pemerintah Sumatera Selatan Nasrun Umar usai apel gelar kesiapan angkutan lebaran di Palembang, Rabu.

Di Sumsel banyak titik-titik rawan longsor di antaranya wilayah perbukitan seperti Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Pagaralam, Lintang Empat Lawang dan lainnya.

"Itu harus diwaspadai karena bila terjadi longsor akan menghambat arus lalu lintas mudik lebaran nanti," katanya.

Selain itu juga pengendara diminta untuk mengantisipasi daerah rawan kecelakaan dan kemacetan supaya saat arus mudik dan balik  perjalanan menjadi lancar.

Ia juga mengingatkan akan kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan.

Memang, lanjut dia, secara umum pemerintah sudah mengantisipasi permasalahan tersebut supaya arus mudik dan balik tidak ada hambatan.

Petugas dari berbagai instansi juga telah disiapkan untuk mengantisipasi bila terjadi hal yang tidak diinginkan, ujar dia.

Begitu juga alat berat sudah disiagakan di jalur mudik kabupaten dan kota yang ada di Sumsel dalam memperlancar arus mudik dan balik lebaran Idul Fitri nanti.

Dia mengatakan, mengenai lonjakan penumpang  diperkirakan lima hari sebelum lebaran dan tiga hari setelah Idul Fitri.

Yang jelas secara umum moda transportasi baik darat, laut dan udara serta kereta api sudah siap dalam mengangkut penumpang mudik dan balik lebaran 2019, tambah dia.

Sekda bersama Kapolda dan Kasdam II/Sriwijaya juga melakukan penempelan stiker angkutan lebaran di mobil antarkota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Alang Alang Lebar Palembang.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar