
Bridge Sumatera Selatan minim atlet putri

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Cabang olahraga bridge Sumatera Selatan dihadapkan persoalan kekurangan atlet di sektor putri sehingga pada Kejurnas 2018 pada 5 Desember 2018 hanya mengirimkan atlet putra.
Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Gabungan Bridge Seluruh Indonesia Sumatera Selatan Mgs Holil di Palembang, Jumat, mengatakan, kondisi ini disebabkan karena pada umumnya atlet putri akan berhenti setelah melewati kelompok usia junior (27 tahun).
"Memang sulit untuk membuat atlet putri masuk ke tingkat usia senior. Umumnya di usia 26 tahun, mereka sudah berhenti dengan beragam alasan seperti menikah atau bekerja," kata dia.
Ia mengatakan, persoalan ini sudah muncul sejak olahraga bridge didirikan di Sumsel pada 2004. Saat ini saja, atlet putri yang tersisa tinggal 8 orang, yang masuk dalam kategori junior.
"Sebenarnya, bisa saja kami menurunkan atlet putri di Kejurnas ini, tapi lantaran secara kualitas belum layak maka diputuskan atlet putra saja," kata dia.
Apalagi, ia melanjutkan dana yang dimiliki sangat terbatas sehingga hanya 18 atlet yang akan dikirim ke Kejurnas nanti.
Biasanya dari 18 atlet itu, KONI hanya membantu biaya 7 atlet, itu pun tidak full. Terpaksa, kami pengurus yang menutupi secara urunan, ujar dia.
Terkait peluang untuk meraih medali pada Kejurnas tersebut, Holil mengatakan Sumsel akan bertumpu pada dua atlet yakni Efriansyah dan Ibnu Idris pada nomor tim dan pasangan karena keduanya pernah mewakili Indonesia pada Kejuaraan Dunia junior U-21 di Korea Selatan pada 2017. Saat itu, keduanya berada di peringkat 5 dunia.
Ia mengatakan, olahraga bridge Sumsel berupaya bangkit setelah terakhir memperoleh medali pada PON XVII tahun 2004, namun minimnya pelatih dan kompetisi tingkat lokal membuat tak kunjung berprestasi lagi hingga kini di level PON.
"Diakui kami sulit berkembang karena kurang uji coba. Sebenarnya tiap minggu ada games, tapi karena lawannya itu-itu juga maka sulit untuk berkembang," kata dia.
Pewarta: Dolly Rosana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
