BBM satu harga hadir di Musi Rawas Utara

id Bbm,Spbu,Pertamina,Muratara

General Manager MOR II PT Pertamina (Persero) Sumbagsel, Primarini dan Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa didamping Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, Anggota Komisi VII DPR RI, Nazaruddin Kiema, saat melakukan pengguntingan pita secara simbolis, Jumat (9/11) (ANTARA News Sumsel/Dok MOR II/18)

....Tapi sesulit apapun kondisi dan medan yang ditempuh rekan-rekan awak mobil tangki, kami memastikan BBM tetap disalurkan menuju SPBU Kompak ini....
Musi Rawas Utara (ANTARA News Sumsel) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi atau BPH Migas meresmikan SPBU Kompak BBM Satu Harga di Desa Jadi Mulia, Kecamatan Nibung, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, Jumat.

"Hari ini peresmian BBM satu harga yang ke 85 dari 160 yang direncanakan sampai 2019, untuk tahun 2018 ini ditargetkan 130 lokasi, dan yang sudah siap uji operasi 120 lokasi, tinggal 10 lokasi lagi yang belum, nanti akan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo," kata Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa di Desa Jadi Mulia.

SPBU mini 25.31630 di Desa Jadi Mulia ini diresmikan langsung oleh Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa bersama General Manager MOR II PT Pertamina Persero, Primarini, Anggota Komisi VII DPR RI, Nazaruddin Kiemas, dan Bupati Musi Rawas Utara, Syarif Hidayat.

M Fanshurullah Asa mengatakan, untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) ada lima SPBU program BBM satu harga, dua diantaranya berada di Sumsel, yakni di Desa Sukajadi, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin dan Desa Jadi Mulia, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara yang hari ini diresmikan.

"Begitu banyak kabupaten yang tidak kebagian, beruntung di Kabupaten Musi Rawas Utara bisa dapat titik BBM satu harga ini," ungkap dia.

Ia mengatakan dengan dibangunnya SPBU tersebut masyarakat Nibung yang berjumlah 23.857 jiwa bisa menikmati BBM satu harga, mengingat selama ini masyarakat setempat harus menempuh jarak 45 kilometer untuk membeli BBM ke SPBU terdekat.

"Jauh sekali memang, bersyukur sekarang sudah ada di sini, sudah dekat, dengan begitu akan muncul pertumbuhan ekonomi baru di basis-basis daerah 3T, yakni tertinggal, terdepan dan terluar," ujar dia.

Fanshurullah mengatakan, pogram SPBU Kompak BBM satu harga ini tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat, inilah komitmen pemerintah sebagai bentuk nyata untuk mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia khususnya di bidang energi.

"Mari kita jaga dan monitor bersama agar SPBU Kompak ini tepat sasaran penggunaannya, mudah-mudahan dengan diresmikannya SPBU di Desa Jadi Mulia ini betul-betul menjadi mulia desa ini," kata dia.
General Manager MOR II PT Pertamina Persero, Primarini dan Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa didamping Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, Anggota Komisi VII DPR RI, Nazaruddin Kiema, saat melakukan pengguntingan pita secara simbolis, Jumat (9/11) (ANTARA News Sumsel/Marjamin/Erwin Matondang/18) (ANTARA News Sumsel/Dok MOR II/18)

Sementara itu General Manager MOR II PT Pertamina Persero, Primarini mengatakan, Pertamina sangat mendukung program pemerintah terkait BBM satu harga, diharapkan kehadiran SPBU baru tersebut akan berdampak positif dalam banyak sisi baik bagi masyarakat setempat maupun pemerintah kabupaten.

"Dengan hadirnya SPBU Kompak, maka masyarakat di Kecamatan Nibung ini khususnya dapat menikmati, menggunakan, dan memenuhi kebutuhan bahan bakar bagi kendaraannya dengan harga yang sama dengan di kota," ungkap dia.

Dia menjelaskan, harga BBM satu harga di SPBU Desa Jadi Mulia untuk jenis premium seharga Rp6.450 perliter, solar Rp5.150 perliter, pertalite Rp8.000 perliter, dan dexlite Rp9.200 perliter dengan jaminan kualitas dan suplai yang lebih terjamin.

Dia menambahkan, untuk kondisi jalan yang akan dilalui tangki penyalur BBM menuju SPBU Kompak di Desa Jadi Mulia tersebut tidaklah terlalu sulit, walaupun ada beberapa titik jalan beraspal yang mengalami kerusakan dan berlobang.

“Tapi sesulit apapun kondisi dan medan yang ditempuh rekan-rekan awak mobil tangki, kami memastikan BBM tetap disalurkan menuju SPBU Kompak ini, itulah tanggung jawab kami untuk menyediakan energi bagi masyarakat," jelas dia

Ditempat yang sama Bupati Muratara, Syarif Hidayat mengatakan, pemerintah kabupaten mengucapkan terima kasih dengan dijalankannya program BBM satu harga, tentu dengan adanya tambahan SPBU, kebutuhan bahan bakar minyak masyarakat Nibung bisa terpenuhi.

"Bangga kita, hari ini bertambah satu lagi SPBU yang menyediakan BBM satu harga, terima kasih kepada pemerintah pusat melalui BPH Migas, terima kasih kepada Pertamina, terima kasih juga kepada bapak Karim selaku pemilik SPBU di Desa Jadi Mulia ini," kata dia.

Menurut dia, dari tujuh kecamatan di Kabupaten Musi Rawas Utara, baru ada tiga SPBU BBM satu harga, yakni di Kecamatan Rupit, Kecamatan Rawas Ulu, dan Kecamatan Nibung yang baru saja mulai beroperasi tanggal 3 Oktober 2018.

Memang kata Syarif Hidayat selama ini masyarakat Nibung membeli BBM di SPBU terdekat harus menempuh perjalanan sejauh 45 kilometer, bahkan terkadang masyarakat terpaksa membeli BBM di pengecer dengan harga yang lebih tinggi.

"BBM memang kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, semoga ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, semoga peresmian SPBU di hari Jumat yang berkah ini menjadi keberkahan bagi kita semua," kata dia.
General Manager MOR II PT Pertamina Persero, Primarini dan Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa didamping Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, Anggota Komisi VII DPR RI, Nazaruddin Kiema, saat melakukan pengguntingan pita secara simbolis, Jumat (9/11) (ANTARA News Sumsel/Marjamin/Erwin Matondang/18) (ANTARA News Sumsel/Dok MOR II/18)


 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar