Gerindra apresiasi dua pos anggaran lebihi target

id Sutra Imansyah,Fraksi Gerindra,DPRD Sumatera Selatan,pendapatan asli daerah,pad sumsel

DPRD Sumsel (ANTARA/Ist)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Fraksi Gerindra DPRD Sumatera Selatan mengapresiasi terhadap dua pos yang pencapaian anggarannya melebihi target untuk pelaksanaan APBD Sumsel tahun anggaran 2017.

Juru bicara Fraksi Gerindra DPRD Sumatera Selatan Sutra Imansyah menyampaikan hal itu pada rapat paripurna pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap penjelasan gubernur tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Sumsel tahun anggaran 2017 di Palembang, Senin.

Menurut dia, dua pos anggaran yang melebihi target itu yaitu pendapatan asli daerah (PAD) dari pos retribusi daerah sebesar 104,19 persen dari anggaran Rp14,54 miliar dengan realisasi Rp15,44 miliar.

"Ini menunjukkan bahwa pos anggaran ini dapat dikaji ulang dalam penghitungan target anggaran yang menurut hemat kami masih terlalu kecil mengingat aset milik pemerintah provinsi Sumsel yang masih banyak dapat ditingkatkan lagi," katanya.

Ia mencontohkan, lahan parkir di beberapa titik di antaranya bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, PSCC mall, Jakabaring Sport City dan lainnya.

Kemudian dari pendapatan transfer, hanya pos anggaran dana alokasi khusus 104,50 persen, ujarnya.

Ia menyampaikan capaian realisasi belanja tahun 2017 seperti dilaporkan sebesar 89,89 persen dari anggaran Rp6,43 triliun hanya tercapai Rp5,78 triliun atau tidak tercapai sebesar Rp650,9 miliar.

Sehubungan dengan hal itu, fraksi Gerindra meminta penjelasan terhadap pos anggaran belanja modal yang total serapan anggaran hanya 76,25 persen, tuturnya.

Sementara juru bicara Fraksi Nasdem, Ardhani Awam menyampaikan, dari sisi belanja, realisasi tahun 2017 adalah sebesar Rp5,789 triliun atau 89,89 persen dari yang direncanakan sebesar Rp6,440 triliun.

Untuk belanja transfer bagi hasil pajak daerah dan bantuan keuangan terealisasi sebesar Rp620,830 miliar atau 92,68 persen dari anggaran sebesar Rp669,830 miliar, katanya.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar