Desa Batumarta OKU bangun reaktor biogas

id biogas, reaktor biogas,penerangan,alat memasak, kotoran sapi,desa batumarta, kotoran hewan

Arsip - Seorang ibu rumah tangga memanfaatkan energi biogas yang dari kotoran sapi untuk keperluan memasak di Desa Tanjung Bulan, Ogan Ilir (OI), Sumsel, Sabtu (8/10). (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/16)

....Bahan utamanya yaitu kotoran sapi. Dari dua hingga tiga ekor kotoran binatang ini cukup untuk diolah menjadi biogas....
Baturaja  (ANTARA News Sumsel) - Pemerintah Desa Batumarta Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, membangun satu reaktor biogas limbah sebagai bahan bakar memasak dan sumber penerangan masyarakat di wilayah itu.

"Reaktor biogas merupakan yang pertama di Kabupaten OKU,  rencananya akan ditempatkan di dusun pasar desa kami ini," kata Kepala Desa Batumarta I, Kecamatan Lubuk Raja, Ogan Komering Ulu (OKU), Suyono di Baturaja, Kamis.

Dia mengatakan, peralatan yang diperlukan dalam pembuatan reaktor biogas ini seperti tangki air, ban mobil bekas, pipa paralon dan tempat untuk menampung limbah kotoran hewan.

"Bahan utamanya yaitu kotoran sapi. Dari dua hingga tiga ekor kotoran binatang ini cukup untuk diolah menjadi biogas," ungkapnya.

Dia menjelaskan, reaktor biogas berfungsi mengubah kotoran binatang ataupun manusia dan materi organik lainnya menjadi bahan bakar gas yang konsumsinya untuk skala rumah tangga seperti digunakan guna memasak serta lampu penerangan.

Selain menjadikan bahan bakar gas, kata dia, limbah biogas juga mampu menghasilkan pupuk organik berkualitas yang dapat digunakan untuk lahan pertanian.

"Bila rencana ini berhasil maka gas yang dihasilkan nantinya akan disalurkan ke masyarakat agar dapat digunakan sesuai kebutuhan," kata dia.

Menurut dia, rencana membangun pembuatan reaktor biogas ini telah disampaikan ke Dinas Pemberdayaan Masayarakat Desa Kabupaten OKU dan sudah disetujui oleh Dinas terkait tersebut.

"Rencana pembangunan reaktor biogas ini sudah masuk Rancangan Anggaran Biaya (RAB) Desa Batumarta I Tahun Anggaran 2018," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar