
25 juta penduduk rasakan manfaat transmigrasi

Jakarta (ANTARA Sumsel)- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan 25 juta penduduk telah merasakan manfaat transmigrasi.
"Hampir 25 juta penduduk Indonesia telah menikmati hasil karyanya dengan hidup mandiri di kawasan transmigrasi. Para transmigran mampu mengembangkan kehidupan sosial ekonomi dengan membuka peluang usaha dan kesempatan kerja di kawasan transmigrasi," ujar Eko dalam peringatan Hari Transmigrasi ke-67 di Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan transmigrasi telah berhasil membangun 3.608 satuan permukiman di 619 kawasan transmigrasi. Diantaranya telah berkembang menjadi pusat-pusat pertumbuhan baru berupa 1.183 desa definitif dan sebanyak 385 eks Satuan Permukiman transmigrasi telah berkembang menjadi ibukota kecamatan.
Kemudian, dua kawasan transmigrasi juga telah menjadi ibu kota provinsi dan 104 sebagai ibu kota kabupaten.
Kedepan, lanjut Eko, masih banyak tantangan pembangunan transmigrasi yang tentunya semakin berat, diantaranya masih sulitnya mendapatkan lahan yang benar-benar bersih dan tak ada sengketa. Kemudian terbatasnya dukungan APBN.
Selain itu, hingga akhir 2019, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, lanjut dia, Kemendes harus mampu mengembangkan 144 kawasan yang fokus di 72 Satuan Permukiman dan 20 Kawasan Perkotaan Baru. Transmigrasi juga menjadi salah satu pelopor dalam menyukseskan kebijakan reforma agraria.
Oleh karena itu, Eko meminta kepada seluruh jajaran Kemendes PDTT untuk terus meningkatkan kualitas kerjanya.
"Kunci utama dalam mensukseskan program transmigrasi adalah koordinasi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, daerah dan dunia usaha. Kita harus mampu meyakinkan semua pihak bahwa transmigrasi tetap menjadi alternatif kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong percepatan pembangunan nasional," papar dia.
Pewarta: Indriani
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
