Sulitnya melawan hawa nafsu

id gaya hidup, hawa nafsu, kemauna yang kuat, Akademisi, Prof Dr H Asmaraman, ilmu tasauf, kaum Muslim, setiap manusia, berbuat baik

Ilustrasi. (ANTARA FOTO)

Banjarmasin (ANTARA Sumsel) - Akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin Prof Dr H Asmaraman mengatakan, sulit melawan hawa nafsu yang ada pada setiap orang.

"Pasalnya hawa nafsu bagaikan musuh dalam selimut, yang juga sulit kita terka," lanjutnya pada tausiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjamrasin, usai shalat subuh Ahad.

Namun pengasuh ilmu tasauf pada perguruan tinggi negeri Islam yang menjadi kebanggaan kaum Muslim Kalimantan Selatan (Kalsel) itu mengatakan pula, tidak perlu atau jangan membunuh hawa nafsu tersebut, kendati terkadang membuat kesesatan.

"Tetapi bagaimana kita mengendalikan hawa nafsu agar menjadi pemotivasi untuk senantiasa berbuat baik dalam hidup dan kehidupan," tuturnya.

Ia mengingatkan, dalam membangun kebaikan juga memerlukan kehati-hatian agar tidak sebaliknya atau membuat kerusakan.

"Sebab tanpa kehati-hatian, sesuatu yang sudah baik menjadi rusak kembali. Hal itu berarti sebuah perbuatan yang percuma," lanjutnya.

Ia mencontohkan, dalam memperbaiki sebuah rumah jika tanpa kehati-hatian tempat tinggal tersebut bisa menjadi tidak baik lagi.

Begitu pula dalam membangun umat agar lebih baik perlu kehati-hatian sehingga menimbulkan permasalahan yang dapat merusak kebaikan tersebut.

Sebagai contoh dalam mengajak seseorang berbuat baik, harus melihat momen yang tepat dan dengan cara yang baik pula, supaya tujuan perbaikan itu tercapai, bukan menjadi bumerang atau sebaliknya, demikian Asmaraman.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar