
Sumatera Selatan rawan longsor

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu memperingatkan potensi longsor dan angin puting beliung, karena angin kencang mencapai 30 knot bakal berhembus di beberapa wilayah Sumatera, termasuk di Sumatera Selatan.
Beberapa wilayah akan terdampak, diantaranya Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Laut Jawa dan Selat Sunda bagian Utara, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Komering Ulu (OKU), Hemny Rusdi di Baturaja, Jumat.
Menurut Hemny, pihaknya telah menerima informasi itu dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setempat dan meminta warga untuk waspada.
"Pihak BMKG Sumatera Selatan meminta waspada," ujarnya.
Menanggapi perubahan cuaca, BPBD OKU tetap melakukan pemantauan dari data BMKG serta media masa.
"Sejak 26 November kemarin, kami mulai memantau perkembangan perubahan cuaca," jelas Hemny.
Kencangnya angin yang bakal berhembus di Sumatera Selatan, kata dia, berpotensi berubah menjadi angin puting beliung.
Sayangnya BMKG Sumatera Selatan tidak bisa menyebutkan secara spesifik daerah Kabupaten OKU yang berpotensi terjadi angin puting beliung.
Menurut dia, angin puting beliung pernah terjadi di Kabupaten OKU, yaitu di Desa Ujan Mas, Kecamatan Pengandonan.
Kendati tidak ada data spesifik mengenai potensi angin kencang, namun dari kondisi geografis, potensi angin puting beliung dapat terjadi di kawasan Kecamatan Ulu Ogan, karena daerah tersebut banyak lahan terbuka, jelas Hemny.
Sementara di daerah lainnya, potensi bencana angin puting beliung sangat kecil. Pasalnya, masih banyak kawasan yang memiliki tanaman besar, namun pihaknya meminta warga agar selalu waspada.
Berdasarkan pemetaan bencana, di Kabupaten OKU ada beberapa kawasan rawan bencana, seperti banjir di Kelurahan Kemelak, Spancar, Baturaja Permai,Sekar Jaya, Kecamatan Lubuk Batang, hingga Kedaton Peninjauan Raya (KPR), namun hanya besifat sementara.
Sedangkan banjir besar yang berlangsung lama di Kabupaten OKU tidak ada, dan diharapkan tidak terjadi, katanya.
Untuk bencana tanah longsor, berpotensi terjadi di kawasan Ulu Ogan. Bahkan, belum lama ini, petugas BPBD OKU memantau di kecamatan ini dan juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, kata Hemny.
Pewarta: Edo Purmana
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
