Logo Header Antaranews Sumsel

BPBD Sumsel kerahkan tiga helikopter padamkan karhutla di OKI dan Muara Enim

Selasa, 22 September 2026 07:41 WIB
Image Print
Helikopter pengebom air saat beroperasi memadamkan karhutla di Sumsel. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Palembang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mengerahkan tiga helikopter untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Muara Enim.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman di Palembang, Senin, mengatakan tiga helikopter water bombing (WB) melakukan pemadaman di lima wilayah yang terdeteksi mengalami kebakaran, berdasarkan hasil patroli udara.

"Total ada 113 kali WB, dengan 95 WB di wilayah OKI dan 18 WB ke Muara Enim," katanya.

Ia menjelaskan pemadaman udara di wilayah OKI dilakukan di Cengal, Pangkalan Lampam, Sungai Menang, dan Tanjung Lubuk. Sementara pemadaman di Muara Enim dilakukan di wilayah Muara Belida.

Patroli udara sebelumnya mendeteksi 18 titik firespot di sejumlah wilayah. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengerahan helikopter untuk melakukan pemadaman dari udara.

Namun, sejumlah lokasi belum sepenuhnya padam meski telah dilakukan penyiraman melalui udara. Hingga Minggu (20/9) sore, asap masih terlihat di beberapa titik dan sebagian lokasi bahkan masih mengeluarkan asap tebal.

"Kondisinya masih berasap hingga akhir pemadaman, bahkan ada yang masih berasap tebal," katanya.

Untuk wilayah Pangkalan Lampam, luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 15 hektare. Pemadaman dilakukan sebanyak 31 kali WB dan sekitar enam hektare lahan berhasil dipadamkan.

Selanjutnya, karhutla di Cengal diperkirakan melanda lahan sekitar 10 hektare. Sebanyak 14 kali WB dilakukan dan sekitar empat hektare lahan berhasil dipadamkan, meski masih terdapat asap tebal di lokasi.

Lalu, wilayah Sungai Menang, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai delapan hektare. Pemadaman dilakukan sebanyak 19 kali WB, tetapi lokasi masih berasap hingga pemadaman berakhir.

Sementara itu di wilayah Tanjung Lubuk, lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 10 hektare dan pemadaman dilakukan sebanyak 32 kali WB. Kondisi lokasi juga masih berasap hingga akhir pemadaman.

Adapun di Muara Belida, Muara Enim, karhutla diperkirakan melanda lahan sekitar 10 hektare. Sebanyak 18 kali WB dilakukan dan lokasi masih berasap tebal.

"Pemadaman akan dilanjutkan kembali hari ini seusai pemantauan udara melakukan patroli," kata Sudirman.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026