Cuaca di Palembang masih berpotensi hujan

id bmkg, hujan, cuaca, kondisi cuaca palembang, berpotensi hujan

Cuaca di Kota Palembang. (Foto Anatarsusmel.com/Yudi Abdullah)

...Hari ini Kota Palembang masih berpotensi hujan seperti dua hari sebelumnya, namun secara umum berawan dengan suhu udara berkisar 23-31 derajat Celsius...
Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Sumatera Selatan memprakirakan kondisi cuaca di Kota Palembang umumnya berawan dan sedikit terdapat hujan seperti dua hari sebelumnya.

"Hari ini Kota Palembang masih berpotensi hujan seperti dua hari sebelumnya, namun secara umum berawan dengan suhu udara berkisar 23-31 derajat Celsius, kelembaban udara berkisar 55-96 persen, kecepatan anginnya sekitar 15 kilomter per jam," kata Staf Stasiun Klimatologi BMKG Kenten Dara Kasihairani, di Palembang, Senin.

Sementara 16 kabupaten dan kota Sumatera Selatan lainnya seperti Kota Baturaja, Kayu Agung, Muaraenim, Lahat, Musirawas, Sekayu, Pangkalanbalai, Martapura, Muaradua, Indralaya, Tebingtinggi, Pagaralam, Lubuklinggau, Prabumulih, Talangubi, dan Muara Rupit diprakirakan hujan dengan intensitas ringan.

Daerah yang diprakirakan hujan ringan itu memiliki suhu udara berkisar 22-33 derajat Celsius, kelembapan udara berkisar 57-98 persen, kecepatan angin sekitar 15 km/jam, katanya.

Dia menjelaskan, sejak Juni 2017 wilayah Sumsel mulai memsuki musim kemarau, namun hingga sekarang ini masih terdapat banyak hujan.

Turunnya hujan di provinsi ini dipengaruhi pusaran angin di wilayah Kalimantan yang menyebabkan terjadinya konvergensi yang cukup intensif di wilayah timur Sumatera Selatan.

Konvergensi merupakan pertemuan angin yang ada di wilayah Sumatera Selatan sehingga mengalami perlambatan dan menyebabkan penumpukan masa udara yang cukup untuk menghasilkan hujan, katanya.

Dalam kondisi kemarau terdapat cukup sering turun hujan sekarang ini, ancaman bencana kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan yang biasa terjadi pada setiap musim kemarau tidak perlu dikhawatirkan.

"Dalam kondisi kemarau tergolong basah sekarang ini, kemungkinan terjadinya titik api yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan penyebab bencana kabut asap relatif kecil, namun penyebab bencana itu harus tetap diwaspadai karena pada kondisi tertentu cuaca sangat panas dan berpotensi munculnya titik panas (hotspot)," ujarnya.

Sementara sebelumnya Gubernur Sumsel Alex Noerdin menjelaskan bahwa pada musim kemarau sekarang ini pihaknya berupaya secara maksimal melakukan tindakan pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan agar provinsi ini terhindar dari masalah kabut asap.

Untuk melakukan pencegahan, disiapkan sejumlah operasi pemadaman darat dan udara dan dibentuk satuan tugas pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan ketua Danrem 044 Garuda Dempo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, kata gubernur. 

Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar