Logo Header Antaranews Sumsel

SAR evakuasi dua jenazah di gunung

Minggu, 29 Januari 2017 20:04 WIB
Image Print
Ilustrasi - Tim Basarnas evakuasi korban (Antarasumsel.com/Banu S/Parni)

Kutacane, Aceh Tenggara (Antarasumsel.com) - Tim gabungan SAR Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, sedang melakukan persiapan evakuasi dua jenazah di lereng Gunung Perkison.

"Alhamdulillah, tadi malam satu orang korban kritis sudah terselamatkan. Tinggal dua jenazah lagi, kini masih berada di atas lereng gunung," kata Kepala Kantor SAR Aceh, Suyatno di Kutacane, Aceh Tenggara, Minggu.

Ia mengakui, tim pencarian berjumlah 21 orang, terdiri 17 orang tim gabungan dan empat orang warga tempatan, telah telah turun dari kaki pegunungan setempat bersama seorang korban kritis.

Seorang korban kritis terselamatkan pihaknya atas nama Bentol (60), warga Desa Tenembak Alas, Kecamatan Deleng Pokhisen, Kabupaten Aceh Tenggara.

Sedangkan dua jenazah bernama Munjir (33) berasal dari Banda Aceh, dan Sembiring (40) asal Medan, Sumatera Utara, telah diletakkan pada tempat aman di atas lereng gunung.

"Memang dalam upaya pencarian dan penyelamatan, terpenting adalah korban masih hidup. Setelah itu, baru kita rencanakan lagi untuk melakukan evakuasi jenazah," ucap dia.

Dalam melakukan evakuasi dua orang jenazah tersebut, lanjut Suyatno, pihaknya menempuh jalur melalui darat, meski harus dilalui perjalanan dengan medan yang cukup berat.

"Kita rencanakan lagi dengan matang, satu atau dua hari ini. Lalu tim gabungan, berangkat lagi ke gunung untuk lakukan evakuasi. Jika medan berat, kita upayakan via udara," tuturnya.

"Kami telah berkoordinasi dengan tim Basarnas (Badan SAR Nasional) untuk menyiagakan helikopter, jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Jarak tempuh Medan ke Kutacane cuma 35 menit dengan heli," ujar Suyatno lagi.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI F Henry Bambang Soelistyo dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi dua pekan lalu, baru saja menyepakati untuk menempatkan satu unit Helikopter AW139 di Lanud Soewondo, Medan, Sumatera Utara.

Bambang berujar, helikopter tersebut bakal digunakan untuk melaksanakan kegiatan SAR, dan misi kemanusiaan lain pada enam provinsi di wilayah Sumatera Bagian Utara yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau dan Kepulauan Riau.

Kecepatan dalam merespons, dan efisiensi waktu operasinal selama ini menjadi terkendala akibat minimnya helikopter yang Basarnas miliki.

"Sewaktu di Aceh lalu, saya harus terbangkan dua heli dari Jakarta dan Surabaya. Perpindahan aja sudah memakan waktu lama, belum lagi untuk operasi," jelasnya.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026