
Islam dan demokrasi agar berjalan harmonis

Blangpidie, Aceh (ANTARA Sumsel) - Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Tatang Sulaiman mengharapkan Islam dan demokrasi harus berjalan harmonis dan saling memberikan penguatan untuk mendapatkan pemimpin yang baik di Provinsi Aceh untuk lima tahun ke depan.
"Saya berharap, Islam dengan demokrasi ini harus berjalan harmonis, saling memberikan penguatan. Dan kita tahu Aceh ini Islamnya sangat kuat dan hari ini kita sudah masuk dalam proses demokrasi," katanya di Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Minggu.
Tatang Sulaiman datang ke Kabupaten Abdya dalam rangka melakukan kunjungan kerja dan silahturahmi sekaligus mengajak semua tokoh-tokoh masyarakat, TNI-Polri untuk mewujudkan rasa aman menjelang pelaksanaan pesta demokrasi Pilkada 2017.
"Demokrasi adalah sebuah pilihan rakyat untuk mendapatkan pemimpin yang baik. Semua perbedaan, persilisihan harus dihilangkan, karena itu adalah ajaran Islam. Maka, Islam dengan demokrasi harus seiring dan sejalan dalam memberikan penguatan," ujar dia.
Mantan Dandim Aceh Utara itu juga mengatakan, pelaksanaan Pilkada ini tidak hanya memilih nama semata, tetapi pelaksanaan pesta demokrasi untuk mendapatkan pemimpin yang membangun daerah secara berkesinambungan lima tahun ke depan.
Tatang juga memastikan bahwa proses pelaksanaan pemilihan kepala daerah di provinsi paling barat Indonesia yang saat ini sudah memasuki tahapan penetapan daftar pemilih sementara berjalan lancar tanpa adanya gangguan ataupun ancaman dari pihak manapun.
"Kalau terkait situasi, Alhamdulillah mulai dari penentuan calon, penarikan nomor urut, penyampaian visi-misi hingga debat kandidat di 20 kabupaten/kota termasuk provinsi, tidak terjadi apa-apa, semua menerima dengan bagus dan berjalan dengan lancar," katanya.
Kepada seluruh lapisan masyarakat Aceh, Pangdam Tatang berharap agar kondisi dan situasi yang saat ini cukup aman dapat dipertahankan hingga masa mendatang.
Pewarta: Anwar
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
