Logo Header Antaranews Sumsel

Pipa minyak perusahaan mitra Pertamina digergaji

Senin, 15 Februari 2016 10:11 WIB
Image Print

Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan, (ANTARA Sumsel) - Pipa minyak perusahaan mitra Pertamina, Golden Spike Indonesia LTD digergaji orang tidak dikenal, Minggu, sehingga mengakibatkan cairannya tumpah ke jalan raya lintas kabupaten di Desa Betung Barat, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir.

Dekki (28) warga Desa Betung Barat mengatakan kebocoran pipa transfer minyak mentah tersebut diketahui secara tidak sengaja ketika melintas di jalan raya lintas kabupaten.

"Saat lewat saya kaget lihat pipa bocor hingga minyak mentah keluar seperti air mancur. Siapa pelakunya saya tidak tahu. Saya langsung telpon kepala desa untuk melaporkan peristiwa ini," katanya.

Selanjutnya, tak berapa lama, Kepala Desa Betung Barat, pejabat humas perusahaan dan sejumlah pekerja perusahaan tiba di lokasi untuk menghentikan kebocoran.

Humas Golden Spike Yanses mengatakan tumpahan minyak ke jalan ini diduga disebabkan sabotase oleh orang tak bertanggung jawab.

"Perbuatan ini jelas melanggar hukum dan sangat merugikan negara dan masyarakat karena bisa mengancam keselamatan orang banyak," katanya.

Akibat peristiwa ini, perusahaan telah menghentikan pompa transfer minyak mentah hingga waktu yang belum ditentukan.

"Yang jelas, akibat kejadian ini perusahaan telah merugi karena terdapat ratusan barel minyak yang tidak bisa dikirim dan terbuang percuma ke jalan," ujarnya.

Untuk meningkatkan keselamatan warga di sekitar lokasi, perusahaan telah membersihkan tumpahan minyak mentah tersebut dan telah berkoordinasi dengan kepolisian.

Terkait dengan kebun karet warga yang juga terkena tumpahan minyak mentah, ia mengemukakan perusahaan tidak bertanggung jawab.

Namun demikian, perusahaan akan mengusahakan tali asih sebagai bentuk kepedulian terhadap petani karet yang juga turut merugi.

"Sudah diusulkan ke pimpinan perusahaan, namun yang jelas saat ini fokus untuk membersihkan tumpahan minyak di kebun warga dan di jalan raya dulu," katanya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026