Logo Header Antaranews Sumsel

Warga keluhkan kesulitan dapatkan BBM

Rabu, 6 Januari 2016 18:02 WIB
Image Print
BBM di SPBU OKU Kosong (Foto antarasumsel.com/Edo Purmana)

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Warga Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan mengeluhkan kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar minyak, setelah sehari sebelumnya diumumkan penurunan harga BBM, karena di sejumlah SPBU setempat kehabisan stok.

Pantauan Antara, di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kota Baturaja, Rabu sejak pukul 11:00 Wib stok bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium kosong.

"Sejak pagi tadi saya mencari bensin (premium) namun SPBU kehabisan stok, sehingga terpaksa membeli di pedagang eceran yang harganya lebih mahal," kata Rusdi, warga setempat.

Hari ini terpaksa mengisi bensin di Batukuning karena SPBU di area Air Karang kehabisan stok, kata Hendara, warga lainnya.

"Saya sengaja tidak mengisi bensin eceran karena selisih harga tinggi. Kalau di SPBU cuma Rp7.150 perliter. Sementara di pengecer mencapai Rp8.500 perliter. Karena itulah biar jauh saya tetap mengisi bensi di SPBU," katanya.

Pantauan di lapangan beberapa SPBU di Baturaja kehabisan stok BBM jenis solar maupun bensin terjadi sejak pukul 11:00 Wib.

"Bahakan sampai pukul 14:30 Wib pasokan BBM belum juga ada, saya belum tahu kapan besin masuk," kata seorang petugas SPBU di area Air karang.

Sementara kehabisan bensin dan solar di beberapa SPBU ini, menguntungkan para penjual bbm eceran, karena banyak pembeli.

"Kemarin saya sudah berpikir rugi karena adanya penurunan harga dari pemerintah, namun akhirnya stok bensin yang ada habis juga dijual dengan harga Rp8.500 perliter. Saya tidak jual solar sebab pembeli solar di sini sedikit," katanya.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026