Logo Header Antaranews Sumsel

26 orang terjangkit HIV/AIDS di Muaraenim

Sabtu, 5 Desember 2015 19:06 WIB
Image Print
Ilustrasi HIV/AIDS (Antarasumsel.com/Grafis/Aw)

Muaraenim, Sumsel (ANTARA Sumsel) - Sebanyak 26 orang terjangkit penyakit Human Immunodeficiency Virus atau HIV/AIDS di Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, yang dihimpun dari data dinas kesehatan setempat sejak 2014 hingga November 2015, sebanyak 15 orang di antaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaraenim, dr Yan Riyadi, Sabtu, mengatakan dari 26 orang penderita HIV/AIDS itu terdata dari Kabupaten Muaraenim termasuk dari wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali).

Ia menjelaskan penyakit HIV/AIDS adalah virus yang melemahkan sistem kekebalan tubuh yang hingga saat ini belum ada obatnya.

Namun demikian pencegahan dan deteksi dini terhadap ancaman virus HIV/AIDS harus dilakukan sejak dini.

Menurut dia, upaya mengatasi penularan HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Muaraenim terus melakukan upaya preventif agar tidak meluas ke masyarakat setempat.

Ia mengemukakan, untuk tahun 2015 ini Dinkes setempat telah mendeteksi ada enam orang lagi yang terkena virus HIV/AIDS.

Penanggulangan penderita HIV/AIDS ini terus dilakukan Dinkes, salah satunya dengan memberi pengetahuan kepada masyarakat bahayanya ancaman penyakit HIV/AIDS.

Cara terbaik untuk menghindari penyakit berbahaya ini adalah jangan gonta ganti pasangan dalam berhubungan sex dan jangan "jajan` disembarang tempat, katanya.

Sementara, warga yang berisiko tinggi dan rentan tertular virus HIV/AIDS seperti pekerja hiburan malam, sehingga secara kontinue Dinkes terus melakukan penyuluhan.

Ia menambahkan, secara harfiah virus HIV/AIDS adalah kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya kekebalan tubuh yang sifatnya diperoleh bukan bawaan.

"Untuk orang yang tertular virus HIV disebut orang yang HIV positif. Setelah menderita HIV lebih kurang selama 5-10 tahun maka menyebabkan AIDS. Dan ancaman virus ini rata-rata di usia produktif " ujarnya.

Sementara, kata dia, hal yang perlu diingat adalah HIV tidak ditularkan melalui ciuman, sentuhan, jabat tangan, keringat, kolam renang, alat makan, dan pergaulan sehari-hari.

"Mereka yang menderita AIDS atau dikenal dengan istilah orang dengan HIV dan AIDS (OHIDA)," katanya.

Sedangkan cara penularan virus HIV untuk dapat berada dalam tubuh manusia harus masuk langsung ke darah orang yang bersangkutan. Virus HIV cepat mati di luar tubuh manusia, karena itu tidak dapat menular melalui udara seperti bersin, batuk, bersentuhan dengan penderita HIV bersalaman, cium pipi gigitan nyamuk dan serangga.

Penularan HIV akan terjadi bila ada kontak atau percampuran dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, yaitu melalui hubungan seksual dengan seseorang yang pengidap HIV baik homoseksual maupun heteroseksual.

Tak hanya itu, penularan virus HIV juga melalui transfusi darah dan transplantasi organ yang tercemar oleh HIV. Melalui jarum suntik atau alat tusuk lainnya seperti akupuntur, tindik, tato yang tercemar HIV, serta pemindahan dari ibu hamil pengidap HIV kepada janin yang dikandungnya.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026