Logo Header Antaranews Sumsel

Perekonomian petani OKU berangsur membaik

Rabu, 2 Desember 2015 21:32 WIB
Image Print
Pemkab OKU (Foto: antarasumsel.com/Edo)

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Perekonomian petani di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan berangsur membaik setelah memasuki musim hujan saat ini.

"Saat musim kemarau selama lebih dari enam bulan mengakibatkan tanaman kami gagal panen atau mati akibat kekeringan pasokan air. Sekarang mulai musim hujan diharapkan tanaman kami tumbuh subur untuk meningkatkan penghasilan," kata Faturahman (62), petani karet Desa Penilikan, Kecamatan Peninjauan di Baturaja, Rabu.

Dikatakan, kondisi saat ini lebih baik dari sebelumnya saat musim kemarau kebun karet miliknya tidak mengeluarkan getah lagi dan kebun sawit gagal berbuah hingga banyak tanaman mati.

"Sekarang sudah mendingan meskipun harga karet rata-rata Rp6.000 per kilogram (kg), karena getah hasil sadapan semakin banyak dibandingkan sebelumnya," katanya.

Hal senada dikatakan Sodikin (59) warga Desa Tanjung Makmur, Kecamatan Sinar Peninjauan bahwa sejak musim hujan beberapa hari terakhir para petani di wilayah itu mulai melakukan aktivitas bercocok tanam setelah kebun jagung miliknya gagal panen dampak musim kemarau sebelumnya.

Menurut dia, sekarang sudah musim hujan jadi bisa menanam jagung lagi dengan harapan beberapa bulan mendatang dapat dipanen.

Sementara Pejabat Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Maulan Aklil berharap agar para petani bersemangat melakukan kegiatan bertani setelah sebelumnya terhenti akibat musim kemarau.

Ia mengakui, sebelumnya tidak bisa berbuat banyak dampak kemarau mengakibatkan ratusan hektare sawah dilanda kekeringan hingga masa tanam tertunda.

"Sekarang mulai musim penghujan, tentunya diharapkan para petani kembali bergairah melakukan aktivitas pertanian baik menanam padi maupun menyadap karet dan merawat kebun kelapa sawit," katanya.

Ia yakin pada tahun mendatang harga karet akan meningkat, karena Pemprov Sumsel sudah berencana mendirikan pabrik ban di kawasan pelabuhan Tanjung Api-Api.

Menurut dia, jika industri ban tersebut telah berdiri diyakini harga karet petani akan lebih tinggi dibandingkan kondisi sekarang ini.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026