
Pengusaha di Palembang tingkatkan SDM hadapi MEA

...Dengan peningkatan kualitas SDM dan fasilitas pendukung kegiatan usaha, secara umum siap menghadapi MEA yang mengintegrasikan 10 negara Asia Tenggara...
Palembang (ANTARA Sumsel) - Sejumlah pengusaha di Kota Palembang, Sumatera Selatan, dalam setahun terakhir berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk menghadapi persaingan pada kawasan Masyarakat Ekonomi ASEAN yang akan diterapkan pada akhir 2015 ini.
Dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas pendukung kegiatan usaha, secara umum siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mengintegrasikan 10 negara Asia Tenggara dalam suatu kawasan ekonomi eksklusif itu, kata Yoriwansyah--pengusaha peralatan komunikasi dan kargo--di Palembang, Minggu.
Menurut Direktur Utama PT Jevin Multi Sarana (JMS) itu, dengan kekuatan modal, fasilitas kegiatan usaha, dan SDM yang dimiliki sekarang ini, pihaknya siap bersaing dan bersinergi dengan perusahaan dari berbagai negara di kawasan ASEAN.
Setiap perusahaan memiliki keunggulan tersendiri yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain. Oleh karena itu, kata dia, jika benar-benar diterapkan MEA pada bulan Desember ini, pihaknya tidak khawatir akan kalah bersaing dalam bisnis.
Dalam kawasan MEA terbuka pasar ASEAN sekitar 612 juta jiwa yang 40 persen, di antaranya merupakan masyarakat Indonesia.
Menurut Yori, pemberlakukan kawasan "ASEAN Economic Community" justru dapat menguntungkan karena bisa terbuka kerja sama saling menguntungkan dengan berbagai perusahaan yang ada di kawasan ASEAN.
Sementara itu pimpinan PT Karya Makmur Armada (KMA) Rifai Thambrin menambahkan bahwa pihaknya telah mempersiapkan diri untuk menghadapi pemberlakukan kawasan MEA pada akhir tahun ini.
Beberapa persiapan untuk menghadapi MEA, di antaranya meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG), melakukan penguatan kualitas SDM, dan melengkapi peralatan kerja.
Melalui berbagai persiapan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, diharapkan perusahaannya yang bergerak di bidang jasa perbengkelan, konstruksi, dan galangan kapal mampu bersaing dalam kawasan Asia Tenggara itu.
Dengan persiapan itu, diharapkan perusahaannya dapat bersaing dengan perusahaan dari negara lainnya yang selama ini telah menguasai pasar kawasan ASEAN.
Melalui MEA itu, pihaknya berupaya menjalin kemitraan dengan perusahaan yang ada di kawasan ASEAN dan menciptakan akses pasar antarnegara yang lebih luas.
Pemberlakuan MEA tanpa persiapan yang baik, dapat berdampak buruk bagi perusahaan di Indonesia terutama di provinsi ini karena peluang usaha dan pasar yang terbuka lebar itu tidak dapat dimanfaatkan dengan baik.
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan beberapa tahun terakhir, kata Rifai, pihaknya optimistis tidak hanya menjadi penonton di tengah-tengah terbukanya akses pasar antarnegara kawasan ASEAN yang luas.
Pewarta: Yudi Abdullah
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
