Logo Header Antaranews Sumsel

Titik panas Sumsel terbanyak di Sumatera

Selasa, 27 Oktober 2015 14:44 WIB
Image Print
Pejabat Staklim Kenten BMKG Sumsel berikan keterangan mengenai cuaca ekstrem musim kemarau 2015. (Foto Antarasumsel.com/15/Yudi Abdullah)
...Berdasarkan pemantauan melalui satelit Terra-Aqua, di wilayah Sumatera Selatan terdeteksi 415 titik panas, sedangkan di Jambi 125 titik panas, Riau delapan panas, dan Lampung empat titik panas...

Palembang (Antara) - Jumlah titik panas atau "hotspot" di wilayah Provinsi Sumatera Selatan masih cukup tinggi dan terdeteksi paling banyak dibandingkan dengan beberapa provinsi di wilayah Sumatera lainnya.

"Berdasarkan pemantauan melalui satelit Terra-Aqua, di wilayah Sumatera Selatan terdeteksi 415 titik panas, sedangkan di Jambi 125 titik panas, Riau delapan panas, dan Lampung empat titik panas," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumatera Selatan Indra Purnama, di Palembang, Selasa.

Dia menjelaskan, jumlah titik panas yang terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera itu pada musim pancaroba atau peralihan dari kemarau ke musim hujan Oktober 2015 ini berfluktuasi, namun masih cenderung mengalami peningkatan.

"Titik panas yang masih cukup tinggi di Sumsel dan beberapa provinsi lainnya itu akhir-akhir ini memicu terjadi kebakaran hutan dan lahan sehingga bencana kabut asap yang sedang ditanggulangi oleh tim gabungan belum bisa diatasi dengan baik," ujarnya.

Melihat jumlah titik panas terdeteksi cukup banyak di Sumsel dan beberapa provinsi lainnya, masyarakat yang berada di daerah tersebut diimbau meningkatkan kewaspadaan serta pengawasan terhadap lahan pertanian, perkebunan, dan kawasan hutan di sekitar lingkungan tempat tinggal dan aktivitas lainnya.

Dengan kewaspadaan yang tinggi dan pengawasan lingkungan secara maksimal, diharapkan jika terjadi kebakaran hutan dan lahan dapat diatasi dengan cepat secara bersama-sama sehingga tidak memperparah kabut asap yang telah mengganggu berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat dalam dua bulan terakhir, kata Indra.

Sebelumnya, Wakil Komandan Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Sumatera Selatan Yulizar Dinoto mengatakan bahwa pihaknya saat ini berupaya meningkatkan kegiatan operasi darat dan udara untuk melakukan pemadaman terutama pada lahan gambut di kawasan Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Akhir-akhir ini jumlah titik panas masih cukup banyak sehingga perlu dilakukan upaya meminimalkan dan menghilangkan "hotspot" itu serta memadamkan kebakaran hutan/lahan yang kini asapnya masih mengganggu berbagai aktivitas seperti penerbangan serta banyak masyarakat yang terserang penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Tim gabungan satgas penanggulangan bencana kabut asap Sumatera Selatan saat ini fokus memadamkan kebakaran lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

"Tim satgas gabungan saat ini fokus melakukan operasi pemadaman terutama melalui udara menggunakan helikopter dan pesawat milik BNPB dan pesawat sewa dari Rusia yang memiliki kemampuan melakukan pengeboman air "water bombing" dengan kapasitas 12.000 liter air pada lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir yang paling banyak terdapat titik panas," ujarnya.



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026