
Kadinkes datangkan vaksin rabies dari pusat

Penukal Abab (ANTARA Sumsel) - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Sumatera Selatan mendatangkan vaksin rabies dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, karena rumah sakit setempat tidak memiliki stok obat penangkal rabies tersebut.
Sementara, beberapa warga setempat telah menjadi korban gigitan anjing diduga mengidap rabies terpaksa dibawa ke rumah sakit di Prabumulih untuk mendapatkan suntikan vaksin rabies, kata Kepala Dinas Kesehatan Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) dr Eni Zatilah di Pendopo Pali, Rabu.
Menurut dia, mengingat kondisi darurat dan mendesak, pihaknya terpaksa meminta langsung pasokan vaksin rabies ke Kementerian Kesehatan pusat.
Menurut Eni Zatilah, ia baru sampai dari Jakarta membawa stok sejumlah vaksin rabies dari Kemenkes.
Ia menyatakan, kondisi anjing yang menggigit korban ternyata mengidap rabies, dan hal ini berbahaya bagi korban jika telat penangananya.
Sementara, untuk setiap korban gigitan anjing yang terinfeksi rabies membutuhkan empat vial vaksin anti rabies, kata Eni. Demikian pula penyuntikan vaksin anti rabies bagi korban juga ada aturanya. Setiap empat vial vaksin anti rabies diberikan secara bertahap kepada korban.
Ia mengaku, vaksin anti rabies ini sudah tersedia di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pali.
Seharunya Dinas Kesehatan akan mendistribusikan langsung vaksin anti rabies ini, namun terkendala karena di Puskesmas yang ada di daerah itu belum memiliki alat penyimpan vaksin tersebut.
Ditambahkan Eni, alat penyimpan vaksin rabies harus khusus dan bersuhu dingin yang stabil serta harus steril.
Untuk puskesmas yang membutuhkan vaksin anti rabies tersebut, pada Kamis (22/10) bisa segera mengambilnya untuk digunakan bagi korban gigitan anjing, katanya.
Ia berharap, korban gigitan anjing agar seger mendatangi puskesmas terdekat untuk diberikan suntikan vaksin anti rabies, karena stoknya sudah tersedia.
Seperti diberitakan sebelumnya kekosongan stok vaksin rabies ini diketahui saat beberapa warga Talang Ubi terkena gigitan anjing. Karena terpaksa para korban digigit anjing liar harus berobat ke luar daerah.
Montes (40) warga Kelurahan Talang Ubi Utara, salah satu korban gigitan anjing liar menyatakan merasa lega dengan tersedianya vaksin rabies di Puskesmas setempat.
Harapan masyarakat kepada Dinas Peternakan Kabupaten Pali untuk menyiapkan program mengatasi anjing liar yang mengidap rabies untuk ditangkap dan diamankan. Sementara untuk pemilik hewan peliharaan seperti anjing, kera dan kucing yang bisa terjangkit agar menyuntikan anti rabies bagi hewan peliharaanya.
Pewarta: Banu
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
