Logo Header Antaranews Sumsel

Warga temukan bom aktif di Sungai Ogan

Selasa, 20 Oktober 2015 19:21 WIB
Image Print
Warga temukan bom aktif di Sungai Ogan (Foto:antarasumsel.com/Edo Purmana)

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Jeni dan Beni warga Lorong Cemara Baturaja menemukan sebuah bom yang masih aktif di dasar Sungai Ogan Kelurahan Pasar Lama Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu, Selasa sekitar pukul 11.30 WIB.

Selain bom, juga tiga butir amunisi aktif yang diduga peninggalan zaman Belanda itu ditemukan oleh Jeni (25) dan Beni (30) saat sedang mencari besi rongsokan di dasar Sungai Ogan.

Barang-barang temuan berbahaya itu selanjutnya dibawa oleh Ijen (23) saudara Beni kepada ketua rukun tetangga setempat, yang selanjutnya diamankan oleh aparat TNI dari satuan Bengkel Lapangan.

Pantauan Antara di lokasi penemuan, Kapten CPL Ramaizir, Paur Renza Rig Pal Benglap Baturaja dan Danramil 12 Baturaja, Kapten Inf Surasa beserta anggota dan pihak kepolisian mengamankan lokasi dan barang temuan tersebut.

Kapten CPL Ramaizir, menyebutkan bahwa satu buah bom dan tiga butir amunisi itu semuanya masih aktif.

"Amunisi yang ditemukan di antaranya dua butir peluru FN kaliber 9 milimeter dan satu butir peluru LE (jenis senjata lama) kaliber 7,62 milimeter," katanya.

Sedangkan bom itu sendiri kata dia, merupakan peninggalan zaman Belanda yang diperkirakan dijatuhkan dari pesawat.

Meski demikian, tidak bisa menduga apakah bom memang sengaja dibuang atau terbuang, atau apakah memang dulunya dijatuhkan dari pesawat tapi tidak meledak, katanya.

Yang jelas jika meledak, kata dia, ledakan bom ini lebih kuat dari pada granat.

Temuan ini, katanya, selanjutnya akan diamankan di Benglap Baturaja yang kemudian akan dikirim ke Karang Endah (gudang amunisi) untuk diledakkan.

selanjutnya, ia memperkirakan bisa jadi barang berbahaya semacam itu masih ada di sekitar lokasi, karena berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar bahwa di daerah sekitar memang pernah ditemukan amunisi yang berkaliber.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026