Logo Header Antaranews Sumsel

Asap tak pengaruhi pertanian di Sumsel

Senin, 19 Oktober 2015 19:10 WIB
Image Print
Sejumlah petani memanen padi (Foto Antarasumsel.com/15/Feny Selly/Aw)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Bencana kabut asap tidak memengaruhi produktivitas pertanian di Provinsi Sumatera Selatan, baik langsung maupun tidak langsung.

"Kebakaran yang terjadi masih di luar areal lahan pertanian," kata Kepala Dinas Pertanian,Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumsel Erwin Noorwibowo di Palembang, Senin.

Menurut dia, produktivitas pertanian lebih dipengaruhi oleh faktor musiman, seperti El Nino dan hama penyakit.

Sejauh ini pihaknya belum menerima laporan adanya petani di daerahnya yang terhambat aktivitasnya akibat kabut asap.

Ia menyebutkan bahwa luas lahan pertanian di Sumsel mencapai 778 ribu hektare, seluas 434 ribu hektare antaranya tergolong lahan sekali tanam.

Di Sumsel terdapat empat tipologi lahan, yakni irigasi, tadah hujan, pasang surut, dan lebak.

Pada 2014 Sumsel menduduki peringkat kelima nasional untuk produksi padi yang mencapai 4,25 juta ton.

Pada 2014 produksi gabah kering giling di Sumsel mencapai 3,6 juta ton, sedangkan 2015 diproyeksikan 4,6 juta ton.

"Peningkatan ini karena adanya peningkatan pupuk dan bibit unggul," kata Erwin seusai memimpin rapat koordinasi proyeksi tanaman pangan.

Pada tahun ini pula Sumsel berhasil menambah luas lahan tanam 81.628 hektare melampaui Sulawesi Selatan dan Jawa Timur, masing-masing 81.026 hektare dan 77.005 hektare.

Pada tahun ini pula Sumsel surplus 42 juta ton GKG dan 2,6 juta ton beras. "Selisih antara produksi dan kebutuhan masyarakat di daeah kami terdapat 1,8 juta ton per tahun. Surplus ini yang kami sumbangkan untuk kebutuhan nasional," ujar Erwin.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026