Logo Header Antaranews Sumsel

BPBD Sumatera Selatan gelar shalat minta hujan

Kamis, 20 Agustus 2015 07:44 WIB
Image Print
Kepala BPBD Sumsel Yulizar Dinoto (Foto Antarasumsel.com/15/Fenny Selly)
...Hari ini kami kembali menggelar shalat minta hujan karena sudah cukup lama Kota Palembang dan beberapa daerah sekitarnya tidak diguyur hujan sehingga kondisi lahan cukup kering dan terdeteksi titik panas...

Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan berupaya secara maksimal mencegah terjadinya bencana kabut asap di wilayah provinsi setempat dengan melakukan berbagai tindakan antisipasi termasuk menggelar shalat minta hujan.

"Hari ini kami kembali menggelar shalat minta hujan karena sudah cukup lama Kota Palembang dan beberapa daerah sekitarnya tidak diguyur hujan sehingga kondisi lahan cukup kering dan terdeteksi titik panas yang berpotensi mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan Yulizar Dinoto di Palembang, Kamis

Menurut dia, pihaknya berupaya secara maskimal mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau 2015 ini, sehingga masalah kabut asap yang biasa timbul pada musim kemarau tahun-tahun sebelumnya dapat dicegah.

Dalam beberapa bulan terakhir, pihaknya telah beberapa kali menggelar shalat minta hujan bekerja sama dengan pengurus pondok pesantren di sejumlah daerah dalam provinsi setempat.

Dengan upaya tersebut dan tindakan tanggap darurat seperti melakukan operasi darat dan udara di daerah yang terdeteksi banyak titik panas, serta mengupayakan hujan buatan (teknologi modifikasi cuaca/TMC), secara umum wilayah Sumsel aman dari kebakaran hutan dan lahan yang besar serta bencana kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan dan berbagai aktivitas masyarakat, katanya.

Dia menjelaskan, jumlah titik panas atau hotspot yang terdeteksi pada musim kemarau ini berfluktuasi, pada kondisi tertentu trennya meningkat dan menurun bahkan bisa nol.

Dalam beberapa hari ini titik panas di wilayah provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota itu terdeteksi di Kabupaten Empat Lawang, Musirawas, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Kabupaten Musi Banyuasin dengan jumlah berfluktuatif 30-98 titik panas.

Jumlah titik panas yang mulai terdeteksi di wilayah Sumsel kemungkinan bisa terus bertambah dan menyebar ke daerah lainnya, karena kondisi suhu udara akhir-akhir ini cenderung memanas berkisar 32-35 derajat Celsius dengan intensitas curah hujan cukup rendah, ujar Yulizar.



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026