Logo Header Antaranews Sumsel

Harga CPO Sumsel turun

Rabu, 12 Agustus 2015 13:58 WIB
Image Print
CPO Sawit (FOTO ANTARA)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga minyak sawit mentah atau CPO Sumatera Selatan, Rabu tercatat Rp6.996 per kilogram, atau turun dibandingkan kondisi dua pekan sebelumnya mencapai Rp7.152 per kg.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, Benyamin di Palembang, mengatakan harga jual minyak sawit mentah (CPO) di Sumsel memang sejak awal Agustus ini terjadi penurunan.

Dijelaskannya, turunnya harga CPO tersebut ditentukan dalam kesepakatan dalam rapat diadakan pihak Dinas Perkebunan bersama sejumlah pengusaha perkebunan kelapa sawit setempat yang diadakan dua kali setiap bulan.

Sementara, kata dia, pada rapat rutin itu selain CPO, juga ditetapkan harga buah sawit dalam bentuk tandan buah segar (TBS) terjadi penurunan dibandingkan kondisi dua pekan sebelumnya.

Harga TBS sekarang ini ditetapkan Rp1.301 per kg, turun dibandingkan kondisi dua pekan sebelumnya mencapai kisaran Rp1.340 per kg.

Di Sumsel terdapat beberapa daerah penghasil CPO dengan usaha perkebunan kelapa sawit, antara lain Kabupaten Muaraenim, Lahat, Musibanyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, dan Musirawas dengan total luas areal mencapai lebih kurang 700.000 hektare.

Di samping itu juga ada perkebunan kelapa sawit yang skala kecil dengan luas antara dua hektare hingga 25 hektare.

Perkebunan kelapa sawit skala kecil tersebut dikelola sendiri oleh petani lokal, sehingga hasil panennya biasanya dijual ke perusahaan perkebunan yang sudah memiliki pabrik pengolahan CPO sendiri, kata M Yamin, petani pekebun kelapa sawit dari daerah Kabupaten Musi Banyuasin ketika dihubungi di Palembang, sehari sebelumnya.

Menurut petani yang juga berprofesi sebagai PNS guru Sekolah Dasar ini, para petani di daerahnya sekarang ini semakin terpuruk, karena bukan hanya harga buah sawit saja yang mengalami penurunan, tetapi juga karet semakin terpuruk tidak lebih dari Rp5.000 per kg.

Sementara, sebagian besar petani di daerahnya hanya mengandalkan dari penghasilan kelapa sawit dan sebagian lagi karet.

Ia mencontohkan, harga karet di tingkat petani pada kondisi normal kisaran dua tahun lalu mencapai di atas Rp18 ribu per kg, setelah itu terus bergerak turun dan puncaknya terendah sekarang ini.

"Jadi dengan turunnya secara drastis kedua harga komoditas andalan itu, sekarang ini semakin menyulitkan para petani," katanya.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026