
Kebutuhan minyak Sumsel 100 ribu barel perhari

Palembang, (ANTARA Sumsel) - Kebutuhan minyak di Sumatera Selatan mencapai 100 ribu barel per hari sedangkan pendapatan hanya 70 ribu barel per hari sehingga belum mencukupi.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumatera Selatan Yulius Maulana di Palembang, Senin menyampaikan hal itu setelah rapat dengan SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mengenai pendapatan minyak di provinsi tersebut.
Menurut dia, pihaknya ingin mengetahui berapa besar pendapatan minyak yang diperoleh per hari di Sumsel.
"Tadi pada saat rapat disampaikan pendapatan hasil minyak di Sumsel itu sebesar 70 ribu barel per hari yang dikirim ke kilang minyak Plaju Palembang dan itu belum mencukupi karena Sumsel kebutuhannya sekitar 100 ribu barel per hari," katanya.
Ia mengatakan, pihaknya juga menanyakan apa masalah pendapatan minyak per hari di Sumsel tidak meningkat.
Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan mengapa pendapatan minyak di Sumsel ini tidak naik dan tidak turun atau tetap stabil, apa permasalahannya.
Ia menyatakan, ternyata permasalahannya cukup banyak seperti masalah lahan kalau mengebor minyak bumi dan gas untuk mencari seismik, kemudian tanah-tanah masyarakat itu kalau dibor maka tanaman akan mandul karena di Sumsel rata-rata perkebunan.
Sehubungan dengan permasalahan itu untuk meningkatkan kapasitas minyak per hari di Sumsel agak berat, tuturnya.
Karena itu, lanjutnya, Komisi IV DPRD Sumsel menyarankan kepada perusahaan minyak apabila mau mengebor minyak, mencari seismik supaya berkoordinasi dengan pemerintah setempat, bupati dan DPRD karena kalau ke masyarakat bila mendengar migas, maka harga tanahnya semakin tinggi.
Jadi, ke depan SKK Migas, Pertamina dan perusahaan lainnya, sebelum mengebor harus berkoordinasi dulu dengan pemerintah setempat, ujar politisi PDI Perjuangan Sumsel itu.
Pewarta: Oleh Susilawati
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
