
Bulog Sumsel stabilkan harga beras di pasaran

Palembang (ANTARA Sumsel) - Bulog Divre Sumatera Selatan-Bangka Belitung segera bergerak untuk menstabilkan harga beras di pasaran, karena harga salah satu kebutuhan pokok itu akhir-akhir ini bergerak naik.
Pantauan petugas kami di pasaran, rata-rata harga beras mengalami kenaikan Rp500 hingga Rp600 per kilogram dari harga biasanya, sehingga perlu diantisipasi melalui penyaluran raskin supaya tidak mengganggu perkembangan inflasi," kata Kepala Perum Bulog Divre Sumsel-Babel, Basirun pada peluncuran distribusi beras keluarga miskin (Raskin) 2015 di Palembang, Senin.
Dijelaskannya, raskin sendiri dikucurkan dalam rangka standarisasi harga dalam kurun waktu satu bulan ke depan.
"Untuk itu juga penyaluran raskin ini kami targetkan dapat diserap 100 persen dibandingkan kondisi tahun 2014," papar dia.
Pada 2014 Bulog menyalurkan raskin sebanyak 75.483 ton atau 95 persen dari total yang tersedia.
"Capaian tersebut cukup bagus dan berada jauh di atas target nasional." Ungkap dia.
Ia menjelaskan, pada periode tersebut tersisa 41 ton beras dari Kabupaten Banyuasin, karena terkendala distribusi jauhnya perjalanan hingga sampai ke tujuan.
"Untuk itu kami yakin tahun 2015 penyaluran raskin bisa tercapai 100 persen dengan sistem `cash and carry (sistem pinjaman tunai) yang kami pakai," ungkap dia.
Cash and Carry sendiri merupakan sistem dimana penyaluran diterima pemerintah daerah maupun yang berhak menerima dengan tunai, sehingga tunggakan dapat dihindari.
Pihaknya pun menjamin harga maupun kualitas raskin yang akan beredar nantinya sesuai standar.
"Raskin yang kami distribusikan merupakan beras medium dengan broker dua persen, di antaranya adalah jenis Ciherang," katanya,"
Kualitas sendiri baik dalam gudang maupun saat distribusi dijaga sangat ketat dengan perawatan berkala.
"Kami menjamin kualitasnya, petugas kami turut mengawasi dan apabila ditemukan adanya beras tak layak dapat menghubungi satuan kerja kami di berbagai daerah,"jelasnya.
Pewarta: Oleh Feny Selly
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
