Logo Header Antaranews Sumsel

Legislator berharap anjungan Sumsel di TMII dimaksimalkan

Senin, 16 Februari 2015 19:32 WIB
Image Print

Palembang (ANTARA Sumsel) - Anggota Komisi V DPRD Sumatera Selatan Rizal Kenedi berharap anjungan Sumsel yang berada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta dimaksimalkan pengelolaannya sehingga bisa menarik wisatawan.

Rizal Kenedi menyampaikan hal itu terkait kunjungan mereka ke anjungan Sumsel di TMII di Palembang, Senin.

Menurut dia, anjungan Sumsel di TMII itu pengelolaannya dapat dimaksimalkan dengan menampilkan ciri khas daerah tersebut.

"Kita tidak melihat di anjungan Sumsel yang merupakan ciri khas Sumatera Selatan," kata wakil rakyat tersebut.

Ia mengatakan, di anjungan Sumsel itu bisa dibuat pameran adat Sumsel, kemudian dapat juga jualan makanan yang merupakan ikon Palembang seperti pempek dan lainnya.

"Kita berharap kepada pengelola anjungan Sumsel di TMII itu untuk pengelolaannya lebih baik lagi," ujarnya.

Ia menuturkan, tempat itu bisa saja digunakan kalau ada warga Sumsel yang tinggal d Jakarta untuk mengelar kegiatan atau resepsi, jadi disewakan, tetapi dengan syarat tetap mengedepankan budaya Sumatera Selatan.

Sebagai contoh, ada resepsi pernikahan dengan adat Palembang, kemudian pelaminan khas Palembang dan makanannya juga khas Palembang, paparnya.

Ia menyatakan, dengan begitu, maka orang bisa tertarik untuk datang ke anjungan Sumsel guna melihat berbagai macam yang menjadi ikon Palembang sehingga orang ingin tahu tempat asal ikon itu pada akhirnya mereka berkunjung ke daerah ini.

Selain itu, dia juga berharap ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel dalam melakukan promosi seperti di Bandara Yogyakarta disambut dengan orang yang sedang membuat batik.

Sebenarnya di Sumsel bisa dilakukan hal yang sama misalnya di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang itu ada tempat khusus orang lagi menenun kain songket yang merupakan asli Palembang sehingga bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun manca negara, katanya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026