Logo Header Antaranews Sumsel

Harga karet Sumsel capai Rp7.879/kg

Kamis, 13 November 2014 08:24 WIB
Image Print
Transaksi karet petani (FOTO ANTARA)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga karet melalui lelang antarkoperasi Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar Desa Regan Agung Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan pada Kamis tercatat Rp7.879 per kilogram.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, Benyamin, mengatakan harga karet lelang tertinggi satu minggu di Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) Lavender mencapai Rp7.879/kg.

Sementara, harga karet atau bokar satu minggu penawaran KUD Harapan Kita Rp7.710, Bina Tani Ro7.700 dan KUD Usaha Bersama Rp7.700 per kg.

Dijelaskannya, harga karet tersebut dipantau melalui pasar lelang antarkoperasi di beberapa daerah, antara lain Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar Lavender Desa Regan Agung Kabupaten Banyuasin, dan Koperasi Serasan Jaya Kabupaten Muaraenim.

Menurut dia, harga karet melalui lelang antarkoperasi Unit Desa tersebut memang sudah ada kenaikan dibandingkan kondisi beberapa bulan lalu, walaupun angkanya tidak terlalu signifikan.

Hanya saja, kenaikan harga jual karet sekarang ini belum terlalu membantu para petani, karena tidak diimbangi dengan jumlah produksi.

"Jumlah produksi karet selama dua bulan terakhir saja justru terjadi penurunan cukup tajam, karena pengaruh musim kemarau berkepanjangan," katanya.

Menurut sejumlah petani, produksi karet turun pada musim kemarau, demikian sebaliknya ketika cuaca normal maka hasil sadapan akan meningkat.

Salah satu petani dari Desa Rambang Senuling, Kabupaten Muaraenim, Musnadi mengatakan bahwa kenaikan harga karet sekarang tidak diimbangi dengan jumlah produksi yang dihasilkan, karena selama musim kemarau ini justru perolehan sadapan jauh menurun dibandingkan kondisi cuaca normal.

"Sekarang ini selama musim kemarau hasil sadapan petani paling tinggi 40 kg per pekan, padahal ketika kondisi cuaca normal bisa mencapai 70 hingga 85 kg per pekan," katanya.

Menurut Musnadi, memang bagi para petani ketika musim kemarau hasil sadapan keret akan turun drastis, demikian saat musim penghujan, kecuali cuaca normal produksi akan meningkat.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026